Skip to main content

Gerimis Rabu Malam, Poni Lempar, dan Kegilaan Helikopter



Konser Bloc Party, Tennis Indoor Senayan– Rabu 20 Maret lalu menjadi tanggal bersejarah, setidaknya bagi para pendengar musik bertelinga cerdas yang memuja band asal Inggris ini. Penantian selama delapan tahun (terhitung sejak 2005, tahun saat mereka muncul ke permukaan) akhirnya datang juga. Malam itu, Tennis Indoor Senayan yang bercuaca rintik-rintik akibat diguyur hujan sore harinya, disesaki pemuda-pemudi berusia duapuluhan yang berdandan keren dan apik ala masa kini. Semua tentu menunggu penampilan empat pemuda bernama Kele Okereke, Matt Tong, Russell Lissack dan Gordon Moakes yang menyebut diri mereka Bloc Party. Namun sebelum itu, aksi indie-poplokal bernama The Adams menghibur para muda-mudi Indonesia (dan beberapa bule yang terlihat menjulang diantara mereka) dengan hits seperti “Konservatif”, “Hanya Kau”, dan “Halo Beni”.



Selang menghilangnya The Adams dari panggung, para hadirin cukup dibuat bosan dengan menunggu dan menunggu. Saya sendiri menghitung dengan arloji, bahwa setidaknya satu jam terbuang dengan menonton video iklan dari promotor di layar kanan-kiri panggung, juga mengamati para crew hilir mudik mengetes alat musik para bintang malam itu. Dan akhirnya pukul 10 malam lebih sedikit, para jejaka London tersebut muncul di panggung. Kele terlihat mengenakan kaus bertuliskan ‘Support your local artist’ dengan pilihan font Helvetica, Russell dengan kaus kekecilan dan poni lempar yang jadi ciri khasnya, Gordon berkemeja santun, dan Matt hanya mengenakan apa yang disebut para wanita sebagai hot pants tanpa penutup tubuh bagian atas. Tanpa ba-bi-bu publik dihajar dengan “So He Begins To Lie”, tembang dari album teranyar mereka, Four. Mungkin publik kurang begitu terbakar dengan lagu ini, sehingga setelahnya, Kele sang vokalis menyapa, “Hello, we’re Bloc Party from London, England!’ dengan aksen British yang kental. Respon yang masih datar membuatnya kembali berteriak, “I said we’re Bloc Party from London, England, how’re you doin’!



Hingga lagu keenam, Kele dan rekan terus menyuguhi Tennis Indoor dengan single mereka, namun tanpa adanya lagu dari album pertama yang legendaris. “Banquet” lah yang menebus ‘dosa’ tersebut, yang langsung disambut gila oleh penonton. Tanpa ampun, “Coliseum” yang bernafas hard-rock, “Day Four”, hingga “One More Chance” yang mengubah lapangan tenis menjadi dance floor dibawakan dengan indah oleh Bloc Party. “Octopus” dan “We Are Not A Good People” menyusul dan mengakhiri sesi apa yang Kele sebut sebagai first round. Ah, ternyata empat pemuda itu berlalu ke belakang panggung, bersiap untuk aksi klasik konser yang dikenal dengan encore.



Dengan sedikit panggilan manja dari para fans, “we want more”, mereka muncul lagi di panggung dan membawakan “Kreuzberg”, hits manis dari album kedua. Satu lagu setelahnya, Kele si pemuda berkulit hitam legam bercerita bahwa mereka akan membawakan lagu yang pasti sudah ditunggu-tunggu sejak delapan tahun lalu. Dan benar saja, intro gitar “This Modern Love” berkumandang dan sekali lagi, lapangan tenis bergoyang. Selepasnya, Kele mengajak para wanita turut menyanyikan suatu lagu, seiring ketiga musisi memainkan irama musik dari “We Found Love” milik Rihanna (Gordon sang bassist beralih peran dengan memainkan synthesizer). Ternyata mereka memakainya sebagai intro menuju “Flux”, lagu Bloc Party beraroma disco yang diambil dari album A Weekend In The City versi re-issue. Entah hanya saya saja yang merasakan hal ini, tapi hanya terlihat sebagian penonton yang berdansa dengan lagu seenerjik itu. Mungkin mereka memang kurang familiar dengan hits ini (yang memang tidak masuk di rilisan awal A Weekend In The City). Bloc Party kembali menghilang ke belakang panggung setelahnya.



Encore kedua menghasilkan lagu megah, dahsyat dan syahdu berjudul “Sunday”. Seisi lapangan tenis bersenandung mengikuti Kele, dan sayapun menyaksikan sepasang pria yang sepertinya bersahabat, berangkulan dan mengerahkan isi hati dan pita suaranya untuk lagu ini. Mungkin mereka memiliki pengalaman pribadi mirip dengan penggalan lirik lagu ini? “I love you in the morning, when you’re still hangover”. Entahlah. Yang pasti setelahnya, “Like Eating Glass” diperdengarkan. Penonton bersikap seakan tahu bahwa show akan segera berakhir, mereka ber-sing along dengan riuhnya mengikuti suara Kele yang berkarakter tebal dan unik. Benar saja, Russell segera menyiksa amplifier dengan intro “Helicopter”, satu lagu yang sudah pasti menjadi penutup konser Bloc Party. Hanya satu kata tersedia di kamus bahasa Indonesia untuk menggambarkan reaksi para fans, PECAH.

Euforia Rabu malam menyisakan beberapa ganjalan di diri mereka yang hadir di Senayan kali itu. Beberapa hits favorit seperti “Mercury”, “So Here We Are”, “The Prayer”, dan “Pioneers” luput dibawakan oleh kuartet multi-etnis tersebut. Entah tujuan apa yang ingin diraih dengan ditinggalkannya hits diatas, namun kiranya performa Bloc Party malam itu cukup memuaskan dan membuat saya kerap senyum-senyum sendiri hingga sekarang. Sebuah malam yang menghibur kerinduan publik Indonesia akan aksi indie rock jempolan namun bersahaja yang berasal dari negeri hooligan.

(Soraya Hanna)

Comments

Popular posts from this blog

Wadaw! Akun Receh Twitter Ter-Goks Versi Meclub Online

Main Twitter hari gini udah gak asik?
WAH! Siapa bilang? Coba deh  follow akun-akun ini dulu.
Mungkin beberapa dari  kalian masih menganggap Twitter sudah tidak menyenangkan. Padahal dengan fitur Twitter yang sekarang, semakin banyak orang-orang yang kembali bercuitan di Twitter loh. 
Setelah beberapa tahun timeline Twitter agak sepi lantaran banyaknya model-model aplikasi sosial media seperti Path, Instagram dan Ask Fm. Tapi kamu masih bisa meramaikan lagi dan lebih menghibur lagi isi timelinemu dengan rekomendasi enam akun receh Twitter yang wajib untuk difollow. Penasaran?
1. @yeahmahasiswa
    2. @handokotjung Ide brilliant emang suka mengalir dengan sendirinya. Seperti halnya @handokotjung ini. Dia suka banget membuat  tweet receh bin nyeleneh. Yang membuat lebih terkejutnya lagi adalah tweetnya bisa menembus hingga 17 ribu retweet-an lhoo…. Amazing!

       3. @seterahdeh Emang paling terserah deh sama cuitannya di Twitter @seterahdeh  yang nyeleneh banget. Tapi entah mengapa, orang-oran…

Kenali Dunia Broadcasting Melalui Guest Lecturers

Kampus UB - Dalam rangka menerapkan tagline yang dimiliki oleh Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie yaitu Big Leap To The Real Experience, pada Kamis 18 Mei 2017 diadakan guest lecturer bersama salah satu stasiun televisi Indonesia yaitu ANTV.
Tema guest lecturer kali ini yaitu "Broadcast Yourself to be Real Broadcaster in Digital Age". Pembicara pada guest lecture kali ini yaitu Edi Cahyadi (Producer at Production ANTV) dan Riyo Nugroho (Spv. Program Director ANTV).
Guest lecture ini diikuiti oleh mahasiswa semester 2 Ilmu Komunikasi. Tujuan diadakannya acara tersebut yaitu agar para pesertanya dapat mengetahui bagaimana cara kerja di dunia broadcasting. Selain itu, menurut Ari Kurnia selaku salah satu dosen Ilmu Komunikasi, acara ini juga bertujuan untuk membantu mahasiswa/i dalam menentukan peminatan di semester 3 nanti. 

Berdasarkan pantauan Tim Liputan MeClub Online, antusias mahasiswa/i dalam mengikuti guest lecturer kali ini sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari banyakn…

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.  Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun, ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter
Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai electric kick-scooters atau e-scooters) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam, tetapi terda…