Popular Posts

Sunday, August 17, 2014

Harapan Ketua Senat dan BEM Universitas Bakrie pada Hari Kemerdekaan

Pengibaran bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945 (doc. Google)
17 Agustus menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tepat 69 tahun yang lalu, bangsa ini memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan yang tentunya tidak mudah diperoleh karena banyak menumpahkan darah dan mengorbankan nyawa para pejuang.

Bahkan, Indonesia belum benar-benar merdeka saat kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu dideklarasikan. Indonesia masih harus berjuang melawan sekutu pasca kemerdekaan. Kembalinya Belanda dan sekutu ke tanah air membuat terjadinya banyak pertempuran, seperti Peristiwa 10 November, Palagan Ambarawa, Bandung Lautan Api, Serangan Umum 1 Maret 1949, dan sebagainya.

Berkat kegigihan para pejuang, kini Indonesia menjadi negara yang merdeka. Rakyat Indonesia dapat merasakan hidup yang aman, tenteram, dan damai. Namun, perjuangan bangsa ini belum selesai. Kemerdekaan yang diperoleh dengan penuh perjuangan tidak selayaknya disia-siakan dengan tidak melakukan hal apapun. Tonggak perjuangan itu kini ada di pundak para pemuda bangsa ini. Lalu, bagaimana cara pemuda memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 ini?

1. Adityanata Nugraha Hasudungan, Ketua Senat Mahasiswa Universitas Bakrie

Makna kemerdekaan bagi Adit bukan hanya tentang upacara bendera. Baginya, kemerdekaan berarti terbebas dari segala bentuk penjajahan. Mahasiswa Manajemen ini memperingati kemerdekaan dengan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang mandiri dengan harapan adanya dampak positif untuk keutuhan kemerdekaan Indonesia karena ia menganggap bangsa ini masih terjajah.

“Saya mengisi kemerdekaan ini dengan cara mulai menjadi pribadi yang tidak bergantung pada yang lain sehingga nantinya akan berefek pada bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri dan bebas sehingga bangsa ini akan merdeka seutuhnya di mana tidak ada lagi penjajahan-penjajahan kecil seperti sekarang yang ada di bidang ekonomi, sehingga bangsa ini akan makin maju dan berjaya,” ujarnya.

Pemuda kelahiran 1 Desember 1993 ini juga berharap agar para pemuda Indonesia memiliki kepedulian terhadap bangsanya. “Harapan untuk pemuda lain adalah bisa memiliki rasa nasionalisme yang baik dan peduli karena bangsa ini ke depannya sangat bergantung pada para pemuda sekarang. Nah, bagaimana bisa bangsa ini maju kalau kepedulian dan kecintaan pemudanya tidak ada terhadap negara ini,” tukasnya.


2. Rian Marfinsyah Rahim, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie

Rian menganggap anak muda sudah mulai tidak peduli dalam memperingati hari kemerdekaan, padahal menurutnya pemuda adalah orang yang harus mempertahankan keutuhan dan meneruskan cita-cita bangsa ini. Oleh karena itu, pemuda asal Gorontalo ini memperingati hari kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif.

“Saya mengisi kemerdekaan ini dengan mengikuti upacara bendera di tempat terdekat, mengikuti kepanitiaan tujuh belasan di sekitar rumah untuk menumbuhkan semangat juang dalam diri pemuda, menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia melalui posting-an yang sifatnya positif di media sosial. Ya mungkin cara setiap orang berbeda dalam memperingatinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana menjaga semangat juang para pahlawan yang telah membawa Indonesia ini merdeka di mata dunia, salah satunya dengan menuntut ilmu setinggi mungkin dan cita-cita membawa perubahan yang lebih baik demi negara tercinta,” ujarnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini juga memiliki harapan besar terhadap para pemuda agar mereka selalu optimis terhadap bangsanya. “Belakangan ini banyak yang mengkritik tapi tidak memberikan solusi. Kritik boleh saja, tapi tidak dengan mengatakan keburukan negaranya melainkan mencari solusi untuk mengatasinya. Harapan saya, jadilah pemuda yang selalu berpikir kritis dan optimis untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (NS)

0 comments:

Post a Comment