Langsung ke konten utama

Syarat Pengambilan Skripsi bagi Mahasiswa Universitas Bakrie

doc. Google


Mahasiswa Universitas Bakrie sering kali tidak mengetahui syarat apa yang harus dipenuhi untuk mengambil skripsi. Berdasarkan kebijakan Biro Administrasi Akademik Universitas Bakrie, mahasiswa sudah boleh mengambil skripsi jika sudah terpenuhi 120 sks di akhir semester 6. Jika mahasiswa sadar, informasi tersebut tercantum di buku panduan mahasiswa. Pengambilan skripsi ini dapat dilakukan pada waktu pengisian Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS), 1-5 September 2014.

“Sebenarnya jika mahasiswa dan dosen sadar, ini berdasarkan apa yang sudah ditetapkan di buku panduan yang kamu (mahasiswa) sudah punya, kan? Di sini kan ada bahwa begitu mahasiswa sudah mencapai 120 sks, boleh mengambil skripsi dengan catatan sudah tidak ada nilai D dan E,” ujar Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dra. Suharyanti, M.S.M.

Tidak adanya nilai D dan E yang didapat mahasiswa menjadi syarat mutlak untuk mengambil skripsi. Jika mahasiswa mendapat nilai D dan E, mahasiswa harus terlebih dahulu memperbaiki nilai mata kuliah tersebut sebelum sidang skripsi dilaksanakan. “Trus seandainya nanti di akhir semester 7 mahasiswa ini mau sidang, dan ternyata mata kuliah yang diambil bersamaan dengan skripsi ini ada D atau E nya, dia tidak boleh sidang,” tambah Kaprodi Ilmu Komunikasi tersebut.

Mahasiswa yang sudah memenuhi 120 sks di akhir semester 6 boleh mengambil skripsi dan mengambil mata kuliah lainnya untuk memenuhi syarat lulus 144 sks. “Jadi harus hati-hati, memang niatnya mau dipercepat jadi 3,5 tahun saja, tetapi kamu harus hati-hati, karena begitu kamu dapet D di mata kuliah yang kamu ambil bersama skripsi, kamu gak bisa sidang. Artinya, harus ngulang dulu mata kuliah itu tahun depan,” tambahnya.

Mahasiswa harus mempertimbangkan hal tersebut sebelum mereka benar-benar mengambil skripsi di semester 7, karena niat lulus 3,5 tahun akan menjadi “senjata makan tuan” jika mahasiswa tidak bisa fokus membagi waktu perkuliahan lain dengan skripsi.


Penulis: Nursita Sari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Grafik oleh Nabilla Ramadhian Credit: youtube.com/watch?v=M6WGgqyxG3c Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang teman ku memutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota , Grand Indonesia (GI) . Sesampainya disana , kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1 ” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, di dalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA. Kami pun de n gan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater . Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku , untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuat

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan. Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam. Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan. "Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bay

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.   Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun , ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter .  Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai  electric kick-scooters  atau  e-scooters ) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam