Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Ujian? Jangan Khawatir, HMILKOM-UB Punya Solusi!

Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2013 sedang mengikuti kegiatan Tutorial Pra UTS Ujian Tengah Semester (UTS) Universitas Bakrie sudah berlangsung beberapa hari. Ujian ini sering kali menjadi hal yang menyeramkan , terutama bagi mahasiswa baru yang masih beradaptasi dalam perkuliahan . Mahasiswa baru merasa khawatir menjelang ujian. Apalagi ini merupakan ujian pertama mereka. Namun, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie ( HMILKOM-UB ) punya solusi untuk ‘menenangkan’ mereka . Solusi tersebut tidak lain adalah program tutorial. Tutorial merupakan salah satu program kerja dari tahun ke tahun yang diadakan HMILKOM -UB menjelang ujian. T ahun ini , Departemen Akademik HMILKOM-UB melaksanakan program tutorial dengan cara baru, yaitu tutorial berjenjang. Tutorial berjenjang khusus diadakan untuk mahasiswa baru. Kegiatannya dilaksanakan selama satu periode kepengurusan. Tujuannya adalah untuk membimbing mereka dalam hal akademik secara intens. Kegi

Tempo Siasati Isu Konvergensi Media

doc. Google Meski sempat dibredel beberapa kali, namun majalah Tempo bangkit kembali dengan karakternya yang khas. Bahasa yang singkat, tidak bertele-tele, headline dan cover majalah yang menarik, semua hal tersebut membuat pembaca ingin membaca lebih dalam mengenai majalah Tempo. Tentunya hasil yang sedemikian rupa memerlukan proses yang tidak mudah pula. Redaktur Pelaksana Sains, Sport & Kolom , Yos Rizal , menerangkan tentang proses produksi majalah Tempo kepada kami, yang datang Jumat (10/10) lalu. D idukung dengan visualisasi slide power point yang sudah disiapkan , Yos Rizal menjelaskannya kepada kami . Proses produksi majalah Tempo hampir tidak jauh berbeda dengan proses produksi pemberitaan di media lain. Dimulai dengan rapat r e d aksi yang membahas tentang usulan mengenai isu apa sajakah yang menarik untuk dibahas, kemudian dilakukan penugasan kepada reporter, setelah itu reporter akan ‘belanja’ berita di lapangan. Setelah mendapatkan informasi di l

Kopi Kaki Lima Bernuansa Café

Kedai Philocoffee  di UKM kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Usaha kecil menengah atau yang sering di sebut UKM merupakan tempat makan yang mu r ah dan terjangkau bagi para mahasiswa. Tempat makan yang banyak dikunjungi di sekitaran E pi c entrum , Kuningan, ini banyak menyediakan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat seperti nasi , dan lain lain. Namun, ada yang berbeda dengan UKM saat ini. Kini UKM tidak hanya menyediakan makanan biasa saja . D engan perkembangan waktu , konsep c afé pun masuk ke dalam tempat makan yang sederhana ini. Dengan menyediakan beragam rasa kopi, PhiloCoffe menyajikan hal yang unik di lidah para penikmat kopi. Usaha yang diusung oleh salah satu mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie, Ibnu Sofyan, ini berawal dari kecintaannya terhadap kopi. A walnya ia hanya membuka kedai kopinya di Lombok, dibantu oleh kedua orang tu a nya yang ikut mengawasi perk e mbangan kedai kopinya. Saat ini Ibnu

Mau UTS? Yuk, Siapkan Dirimu Sekarang!

doc. Google Waktu begitu cepat. Tak terasa minggu perkuliahan sudah memasuki pertemuan keenam. Berarti satu pertemuan lagi saja, mahasiswa Universitas Bakrie sudah dihadapkan dengan Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil Tahun Ajaran 2014/2015. UTS terdengar seperti hal biasa bagi mahasiswa yang sudah pernah melewatinya. Namun, bagaimana dengan mahasiswa baru angkatan 2014? Bagaimana persiapan mereka? Ini pertama kalinya mereka akan melewati UTS di bangku perkuliahan. Terlebih, bahasa yang digunakan dalam pembelajaran mayoritas adalah bahasa Inggris. Bagi m ahasiswa baru, rata-rata mereka membaca kembali materi yang sudah diberikan dosen di kelas. “Was-was sih kak, soalnya aku nggak ta h u sistem UTS di sini gimana , soal-soalnya juga beda sama SMA. Tapi aku belajar lagi dari slide yang dikasih sama dosen, ” ujar Febrika Indirawati , mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2014 . Berbeda dengan Febrika, Annisa Fitryana Lestari, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2013, ju

Tips Hemat Uang Saku ala Anak Kost

doc. Google Bagi anak kost, setiap bulan bahkan setiap minggu pasti  selalu menantikan   “ kiriman bulanan ”  dari orang tua di kampung halaman. Uang jajan  tersebut biasanya  digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari,  hangout  bersama teman-teman, dan kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi. Lalu, bagaimana cara menghemat uang saku  agar akhir bulan tidak kelimpungan ? Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat bermanfaat. 1. Buat daftar kebutuhan dan  budget  yang harus dipenuhi,  susunlah  dari yang terpenting  hingga yang tidak terlalu penting . 2. Buat catatan pengeluaran setiap harinya . 3. Periksa daftar pengeluaran yang bisa dipangkas. Misalnya ,  biaya makan seporsi Rp20.000, kamu bisa mengakalinya dengan membawa bekal dari warung makan dekat  tempat  kost . 4. Hindari  nongkrong  di tempat makan atau  café  yang  membuat kamu merogoh uang saku  cukup tinggi . 5. Sebisa mungkin, hindari penggunaan kartu kredit atau sering mengambil uang di ATM . 6. Taati  bud

Cerita Idul Adha di Perantauan

Anggota Rang Mudo Minang (RMM) Universitas Bakrie sedang membakar sate dalam perayaan Idul Adha, Minggu (5/10). Perayaan Idul Adha bersama keluarga tentunya merupakan momen yang membahagiakan. Berkumpul dan berbagi suka cita dengan orang-orang tersayang di hari raya terbesar umat Islam itu adalah hal yang selalu ditunggu. Namun, apa jadinya jika perayaan tersebut tidak dilalui bersama keluarga karena jarak jauh yang tidak memungkinkan ditempuh? Hal ini banyak dialami oleh mahasiswa yang memutuskan melanjutkan studinya di perantauan. Mereka tidak mungkin pulang ke rumah untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga karena jarak jauh yang tidak dapat ditempuh dalam waktu yang singkat. Belum lagi besarnya uang yang harus mereka rogoh dan energi yang terbuang jika mereka hanya dapat menikmati kampung halaman dalam waktu singkat karena libur yang pendek. Lalu, bagaimana mereka merayakan Idul Adha di perantauan? Sebagian mahasiswa Universitas Bakrie memiliki cara tersendiri untu

Danu Darya, Ketua Angkatan 2014 Terpilih Ilmu Komunikasi

Suasana penghitungan suara ketua angkatan 2014 di Student Lounge  Luar Universitas Bakrie, Selasa (2/10). Pemilihan ketua angkatan 2014 P rodi Ilmu Komunikasi baru saja diseleng g arakan hari ini , Selasa (2/10), Student Lounge (SL) Luar Universitas Bakrie . Dari dua mahasiswa yang mencalonkan diri, terpilihnya Danu Darya sebagai ketua angkatan 2014. Danu berhasil memperoleh 32 suara dengan selisih 9 suara dari calon ketua angkatan lainnya, Radha Akhsyin Wilson, yang mengumpulkan 23 suara. Hal ini membuat ketua angkatan terpilih merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. “T erima kasih kepada teman - teman yang sudah mempercayakan saya untuk menjadi ketua angkatan Ilmu Komunikasi 2014 , ” ujar nya . Ia juga menambahkan , ia memiliki harapan yang sangat besar untuk dapat memperjuangkan apa saja yang sudah dilakukan oleh senior - seniornya. Selain itu , ia juga berharap bisa membuat kompak teman - teman seangkatan n ya dan dapat membangun hubungan y

Perjuangan Baru Ketua Angkatan 2014

Danu Darya, salah satu calon ketua angkatan 2014 Prodi Ilmu Komunikasi, saat menyampaikan visi misinya dalam Forum Komunikasi Dua Arah (Forkrah) di ruang 9 Universitas Bakrie, Senin (1/10). K etua dalam sebuah organisasi merupakan sosok yang sangat penting dalam mengatur dan memimpin organisasi   tersebut .   Begitu pun dengan sosok   ketua angkatan, ia memiliki tugas yang tidak kalah penting dengan ketua organisasi. Ketua angkatan   memiliki peranan   penting dalam menyatukan dan mengakrabkan semua anggota yang ada di dalamnya. Di Universitas Bakrie, setiap angkatan program studi (Prodi) memiliki ketua.   Begitu pun dengan Prodi Ilmu Komunikasi, setiap angkatan memiliki ketua masing-masing. Untuk angkatan 2014, ketua angkatan baru akan dipilih hari ini, Kamis (2/10), di   Student Lounge   Dalam Universitas Bakrie. Untuk ketua angkatan 2014 terpilih nanti, banyak hal yang diharapkan dari ketua angkatan-angkatan sebelumnya. “H arapan nya   sih simple aja , lanjutkan apa ya

MAESTRO 2014: Buah Harmonisasi dari Perbedaan

MAESTRO 2014 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie, Senin (29/9). Open House   sudah menjadi tradisi yang biasa dilaksanakan oleh organisasi mahasiswa di Universitas Bakrie, tak terkecuali Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-UB). Mereka mengadakan   Open House   di ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie, Senin (29/9). Mengusung nama MAESTRO ( Music Aesthetics Run into One ), acara ini menyuguhkan konsep teatrikal musik dari berbagai   genre   dan memadukannya menjadi satu untuk menciptakan harmoni yang indah. Keberagaman   genre   musik yang ditampilkan merepresentasikan perbedaan yang terdapat dalam internal BEM-UB sendiri. Seperti diketahui, 36 pengurus BEM-UB periode 2014/2015 berasal dari program studi dan angkatan yang berbeda di Universitas Bakrie. Mereka pun memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda. Harapan mereka, perbedaan ini dapat dipadukan menjadi harmonisasi yang indah untuk kemajuan organisasinya, seperti halnya konsep teatrikal musik yan