Popular Posts

Wednesday, December 24, 2014

Closing Ceremony Liga Merah Maroon Internal

Para peserta menyaksikan tayangan video selama rangkaian Liga Merah Maroon dalam closing ceremony, Minggu (21/12).

Closing ceremony Liga Merah Maroon Internal diselenggarakan 21 Desember lalu di Hall A Gor Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 19.00. Acara diawali dengan pemutaran video seluruh rangkaian kegiatan Liga Merah Maroon Internal sejak opening ceremony. Ada pula video tentang maskot Liga Merah Maroon dari tahun ke tahun yang diberi nama Aro.

Menurut filosofi, burung Phoenix ini tidak  bisa mati, melambangkan semangat yang terus berkobar dan tidak akan hilang. Bedanya dengan tahun lalu, Aro yang sekarang tampak lebih dewasa dan lebih gagah.

Rangkaian closing ceremony pun dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan seluruh kontingen sebagai bentuk apresiasi karena telah berpartisipasi. Kejuaraan di beberapa mata pertandingan diraih oleh kontingen dari Teknik Industri, Manajemen, Ilmu Komunikasi, ITPSL (Ilmu Teknologi Pangan, Sipil, dan Lingkungan) , dan masih banyak lagi. Sementara itu, Teknik Industri 2012 meraih penghargaan sebagai suporter terbaik dan juara umum. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa medali dan uang tunai.

Emillia Tiara Putri, koordinator suporter Teknik Industri mengungkapkan kegembiraan atas kemenangan kontingennya. “Seneng banget, target awal kami adalah juara umum. Alhamdulillah persiapan kita membuahkan hasil yang baik dan membanggakan, ungkapnya.

Menurut Garlanda Bellamy, ketua pelaksana Liga Merah Maroon, acara ini berlangsung sukses. “Secara keseluruhan bisa dibilang sukses,  namun masih ada kekurangan yang terjadi di luar prediksi atau perkiraan panitia. Tapi overall, kita sudah melakukan pembaruan dan peningkatan,” paparnya.

Liga Merah Maroon tidak terhenti sampai di sini. Di 2015 mendatang, Liga Merah Maroon kembali hadir di tingkat eksternal dengan target peserta mahasiswa dan siswa SMA se-JABODETABEK, dengan berbagai mata pertandingan yang lebih menarik dan sayang untuk dilewatkan.

Penulis   : Ayu Nanda Maharani dan M. Biril Mustopha
Editor     : Nursita Sari

0 comments:

Post a Comment