Skip to main content

Kebijakan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tuai Pro Kontra

Kemacetan Ibukota Jakarta (doc. Google)

Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan baru tentang pembatasan kendaraan roda dua di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Pembatasan ini dilakukan dengan melarang sepeda motor melewati Jalan protokol tersebut. Larangan ini diberlakukan mulai Kamis, 17 desember 2014.

Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari kalangan mahasiswa dalam tahap sosialisasinya.

Ketua BEM Universitas Bakrie, Rian Rahim, menanggapi positif perihal tersebut. "Bagus sih, kebijakan pemerintah ini pasti gak sembarangan, udah ada pertimbangan dan solusi dari kebijakannya. Selain itu, jalan protokol tersebut juga menjadi center ibukota juga, jadi harus baik juga dong tidak macet," ujarnya, Rabu (18/12).

Rian juga menambahkan agar mahasiswa yang memakai kendaraan bermotor dan melewati jalan protokol tersebut mencari jalan alternatif agar dapat tepat waktu sampai kampus.

Namun, tanggapan berbeda dari Addil Anara, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2011. "Bikin ribet, biasanya lewat bunderan HI gak begitu macet, sekarang harus lewat Tanah Abang yang macetnya parah banget," ujar pria yang baru saja melewati jalan alternatif tersebut.

Bayu Arifin, mahasiswa Akuntansi angkatan 2013, pun mengungkapkan hal serupa. "Untuk sekarang sih kurang setuju dengan kebijakan itu. Tapi lihat ke depannya aja kalau baik oke deh" tuturnya yang beralih menggunakan Transjakarta dari kendaraan bermotor.

Penulis          : M. Biril Mustopha

Editor             : Nursita Sari

Comments

Popular posts from this blog

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.  Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun, ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter
Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai electric kick-scooters atau e-scooters) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam, tetapi terda…

Wadaw! Akun Receh Twitter Ter-Goks Versi Meclub Online

Main Twitter hari gini udah gak asik?
WAH! Siapa bilang? Coba deh  follow akun-akun ini dulu.
Mungkin beberapa dari  kalian masih menganggap Twitter sudah tidak menyenangkan. Padahal dengan fitur Twitter yang sekarang, semakin banyak orang-orang yang kembali bercuitan di Twitter loh. 
Setelah beberapa tahun timeline Twitter agak sepi lantaran banyaknya model-model aplikasi sosial media seperti Path, Instagram dan Ask Fm. Tapi kamu masih bisa meramaikan lagi dan lebih menghibur lagi isi timelinemu dengan rekomendasi enam akun receh Twitter yang wajib untuk difollow. Penasaran?
1. @yeahmahasiswa
    2. @handokotjung Ide brilliant emang suka mengalir dengan sendirinya. Seperti halnya @handokotjung ini. Dia suka banget membuat  tweet receh bin nyeleneh. Yang membuat lebih terkejutnya lagi adalah tweetnya bisa menembus hingga 17 ribu retweet-an lhoo…. Amazing!

       3. @seterahdeh Emang paling terserah deh sama cuitannya di Twitter @seterahdeh  yang nyeleneh banget. Tapi entah mengapa, orang-oran…

Larang Mahasiswanya Kenakan Almet Saat Unjuk Rasa, Edaran Senat UB Tuai Pro Kontra

Sumber foto: Thearyaten
Jakarta, 25 September 2019 – Senat Universitas Bakrie mengumumkan pelarangan bagi mahasiswa/i Universitas Bakrie untuk melakukan aksi demo di DPR kemarin dengan mengenakan almamater kampus. Hal ini disampaikan dalam unggahan Instagram @senatub yang diunggah pada Senin, (23/9).
Sumber: Intagram.com/senatub
“Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Universitas Bakrie bahwa Jas Almamater tidak boleh digunakan untuk kegiatan demonstrasi di gedung DPR RI pada tanggal 24 September 2019 sebagaimana yang tertera pada SOP Penggunaan Jas Almamater pada Pasal 10 poin A. Pihak Kampus Universitas Bakrie memberikan sanksi berupa pengeluaran (DROP OUT). Maka dari itu, jika tetap ingin tetap berpartisipasi turunlah atas nama rakyat dan mahasiswa tanpa membawa/mengenakan atribut identitas Universitas Bakrie.” bunyi siaran pers/press release Senat Universitas Bakrie.
Sumber: Intagram.com/senatub
Jika dilihat dari penjelasan yang ada di slide ke-2 gambar dalam unggahan tersebut, laranga…