Popular Posts

Thursday, December 18, 2014

Kebijakan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tuai Pro Kontra

Kemacetan Ibukota Jakarta (doc. Google)

Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan baru tentang pembatasan kendaraan roda dua di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Pembatasan ini dilakukan dengan melarang sepeda motor melewati Jalan protokol tersebut. Larangan ini diberlakukan mulai Kamis, 17 desember 2014.

Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari kalangan mahasiswa dalam tahap sosialisasinya.

Ketua BEM Universitas Bakrie, Rian Rahim, menanggapi positif perihal tersebut. "Bagus sih, kebijakan pemerintah ini pasti gak sembarangan, udah ada pertimbangan dan solusi dari kebijakannya. Selain itu, jalan protokol tersebut juga menjadi center ibukota juga, jadi harus baik juga dong tidak macet," ujarnya, Rabu (18/12).

Rian juga menambahkan agar mahasiswa yang memakai kendaraan bermotor dan melewati jalan protokol tersebut mencari jalan alternatif agar dapat tepat waktu sampai kampus.

Namun, tanggapan berbeda dari Addil Anara, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2011. "Bikin ribet, biasanya lewat bunderan HI gak begitu macet, sekarang harus lewat Tanah Abang yang macetnya parah banget," ujar pria yang baru saja melewati jalan alternatif tersebut.

Bayu Arifin, mahasiswa Akuntansi angkatan 2013, pun mengungkapkan hal serupa. "Untuk sekarang sih kurang setuju dengan kebijakan itu. Tapi lihat ke depannya aja kalau baik oke deh" tuturnya yang beralih menggunakan Transjakarta dari kendaraan bermotor.

Penulis          : M. Biril Mustopha

Editor             : Nursita Sari

0 comments:

Post a Comment