Popular Posts

Tuesday, December 9, 2014

Kronologi Korban Penipuan Via Telepon Bermodus Seminar

Korban mentransfer sejumlah uang kepada rekening pelaku penipuan (ilustrasi/doc. Google)


AF, korban penipuan via telepon, tak habis pikir. Keinginannya untuk memulai pagi dengan penuh semangat justru harus tertimpa musibah. Bagaimana tidak, pagi itu ia kehilangan uang 10 juta rupiah. Ia menjadi korban penipuan via telepon dengan modus terpilih menjadi peserta seminar di Bali.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta tersebut mengaku pintu kamarnya diketuk oleh salah satu teman kosannya, Sari. Ia meminjam kartu ATM AF untuk melakukan transaksi kepada pelaku.

"Sebenernya bukan gue yang kena tipunya. Temen gue yang ditelepon pagi-pagi sekitar jam 7 pagi,” katanya saat ditemui di salah satu rumah makan di Plaza Festival, Jakarta Selatan, Jumat (6/12) malam.

Sebelum memberikan kartu ATM miliknya, AF menanyakan keperluan temannya itu. Sari menjawab bahwa ia membutuhkan bantuan AF. Tanpa berpikir panjang dan berniat membantu teman, AF pun memberikan kartu ATM beserta password-nya.

Pake aja yang lo butuhin asal jangan lupa diganti aja,” ujar AF usai memberikan kartu dan password ATM-nya. Ia mengiira Sari akan mengirim uang kepada kakaknya.

Namun, saat Sari kembali dari ATM center ia berkata, “ini AF, gue kembaliin ATM-nya, gak jadi pake. Makasih ya AF,” ujar AF menirukan kata-kata Sari yang dilontarkan kepadanya.

Karena AF masih mengantuk, ia pun kembali tidur dan baru menyadari uangnya telah terkuras saat salah satu teman Sari menyadari ada yang aneh dengan tingkah laku temannya itu.

Ternyata Sari tidak sadar melakukan transaksi kepada si pelaku. Sari kebingungan dengan apa yang ia lakukan di ATM center pagi itu. Ia pun menanyakan saldo yang ada di ATM AF.

Setelah menyadari uangnya terkuras 10 juta rupiha, AF langsung mengurus ke Bank A. Namun, pihak Bank A tidak bisa mengurus transaksi yang sudah terjadi. Mereka hanya menyuruh AF untuk membuat surat laporan untuk memblokir rekening si pelaku. Bank A akan membantu mengurus hal ini kepada Bank B.

Rekening pelaku diketahui atas nama Taufik Kurniawan, nasabah Bank B. Karena kakaknya kebetulan bekerja di Bank B, AF pun langsung menghubungi sang kakak dan meminta bantuannya untuk mengurus kasus ini.

Mereka akhirnya membuat laporan untuk memblokir rekening si pelaku. Namun, seperti kasus-kasus sebelumnya, laporan ini tidak memiliki hasil yang jelas dan menggantung.

AF terlanjur kesal dan tidak lagi mempedulikan musibah yang baru saja menimpanya. Ia hanya berharap kasus ini tidak terjadi lagi dan tidak kembali memakan korban.

Penulis          : M. Biril Mustopha
Editor            : Nursita Sari


Berita terkait:
Waspadai Penipuan Berkedok Kampus

0 comments:

Post a Comment