Popular Posts

Thursday, December 4, 2014

Waspadai Penipuan Berkedok Kampus

Ilustrasi modus penipuan via telepon (doc. Google)

Telepon selular atau HP tak hanya dijadikan sebagai media komunikasi, melainkan juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mencari dan mendapatkan informasi. Namun, akhir-akhir ini alat komunikasi tersebut digunakan untuk berbagai macam modus penipuan.

Salah satu modusnya, penipu berkedok sebagai pihak kampus. Mereka menelepon mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi dengan dalih terpilih sebagai peserta seminar nasional ke Nusa Dua, Bali.

Mahasiswa Universitas Bakrie pun menjadi salah satu target modus penipuan itu. Hingga saat ini saja sudah ada 4 orang yang menjadi korban. Mereka percaya pada penelepon dan mentransfer sejumlah uang kepada penipu itu. Sayangnya, dari 4 korban penipuan tersebut, tak ada yang mau kejadian yang menimpa mereka dipublikasikan media.

Biro Administrasi Kemahasiswaan (BAK) Universitas Bakrie pun menyampaikan tanggapannya mengenai hal ini. “Sebenarnya modus ini sudah terjadi dari tahun lalu. Pihak kampus pun sudah menanggapi dan menindaklanjuti kasus penipuan ini. Kami sudah memberi tahu anak-anak mahasiswa lewat Twitter dan kami pun sudah memberikan Hotline untuk mengkonfirmasi telepon atau sms yang mengatasnamakan pihak kampus agar tidak terjadi lagi kasus penipuan seperti ini,ujar Sri Pratiwi, Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Kemahasiswaan Universitas Bakrie, Jumat (28/11).

Ia pun mengaku BAK bingung mengapa kejadian ini berulang, sedangkan pihak kampus sudah memberikan peringatan kepada para mahasiswa. “Saya juga heran kenapa bisa terjadi lagi, padahal pihak kampus sudah memberikan warning kepada para mahasiswa. Mungkin pada saat menerima telepon mereka dalam kondisi bangun tidur atau pada saat tidak konsentrasi dan kecapekan, tambah Kabiro Administrasi Kemahasiswaan.

Ke depannya, Kabiro Administrasi Kemahasiswaan menyarankan agar mahasiswa dapat menjaga stabilitas emosi dan waspada terhadap keadaan sekitar. Dengan demikian, mereka dapat terhindar dari modus penipuan itu.

Penulis          : M. Biril Mustopha
Editor             : Nursita Sari

0 comments:

Post a Comment