Langsung ke konten utama

Mengenal Lebih Dekat Tim Task Force

Tim Task Force dalam Musyawarah Amandemen AD/ART KM-UB (10/3)

MeClub -  Pembentukan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Keluarga Mahasiswa Universitas Bakrie (KM-UB) tak terlepas dari peran tim Task Force. Tugasnya tak lain untuk menghindari subjektivitas dalam pembentukan amandemen AD/ART KM-UB.

Task Force dibentuk ad-hoc sama kaya tim KPU, wewenang Senat buat bikin tim Task Force, orientasi objektifnya cuma satu, bikin amandemen AD/ART yang sekarang mau dibahas,” ujar Iqbal Ramadhan, Ketua Tim Task Force.

Secara garis besar, tim Task Force hanya bertugas membuat amandemen AD/ART. Tugas tersebut dilaksanakan hingga amandemen AD/ART disahkan dalam musyawarah.

“Sebenarnya setelah AD/ART ini nanti sudah sah, that’s all, Task Force finish, udah nggak ada lagi urusan apa-apa,” jelasnya.

Meski dibentuk oleh Senat Mahasiswa UB, Iqbal mengatakan bahwa tim Task Force tidak dibentuk untuk memihak Senat Mahasiswa UB melainkan bekerja untuk KM-UB.

“Jadi intinya sebenarnya tim Task Force ini adalah lembaga independen, dalam artian kita mewakili KM, bukan mewakili Senat. Gue mengecewakan sudut pandang bahwa AD/ART yang dibuat tim Task Force ini menguatkan Senat dan melemahkan eksekutif, padahal pandangan itu nggak tau dari siapa, gue sebagai ketua tim Task Force menyayangkan isu yang beredar kaya gitu,” ujar mahasiswa semester enam itu.

Tidak Ada Campur Tangan Kampus

Amandemen AD/ART KM-UB nyatanya tak mendapat persetujuan dari pihak kampus. Hal itu diakui oleh Iqbal.

Sayangnya enggak ada (persetujuan kampus). Harapan gue sebenarnya ada, karena beberapa hal di sini kan kita ngomongin statuta sebagai landasan kita bikin AD/ART. Statuta itu peraturan yang dibikin sama kampus untuk masalah universitas, bukan masalah organisasi. Organisasi dibahas di AD/ART, tapi organisasi di kampus kita saling berkoordinasi sama pihak kampus,” papar ketua tim Task Force yang terpilih pada November 2014 itu.

Amandemen AD/ART sendiri akan dipublikasikan ke seluruh organisasi mahasiswa pada 18 Maret 2015. Tanggal itu dipilih berdasarkan tanggal kelahiran KM-UB yang jatuh pada 18 Maret 2011.
“Kalau 18 Maret bisa selesai, berarti sah, it means sah. Itu langsung disebarkan kepada KM dan semua ormawa sambil menyesuaikan dengan semua ormawa,” tutup Iqbal.

Penulis :
Ridwan Aji Pitoko
Ayu Nanda Maharani


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Grafik oleh Nabilla Ramadhian Credit: youtube.com/watch?v=M6WGgqyxG3c Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang teman ku memutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota , Grand Indonesia (GI) . Sesampainya disana , kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1 ” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, di dalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA. Kami pun de n gan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater . Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku , untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuat

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan. Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam. Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan. "Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bay

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.   Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun , ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter .  Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai  electric kick-scooters  atau  e-scooters ) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam