Popular Posts

Tuesday, March 10, 2015

Mengenal Lebih Dekat Tim Task Force

Tim Task Force dalam Musyawarah Amandemen AD/ART KM-UB (10/3)

MeClub -  Pembentukan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Keluarga Mahasiswa Universitas Bakrie (KM-UB) tak terlepas dari peran tim Task Force. Tugasnya tak lain untuk menghindari subjektivitas dalam pembentukan amandemen AD/ART KM-UB.

Task Force dibentuk ad-hoc sama kaya tim KPU, wewenang Senat buat bikin tim Task Force, orientasi objektifnya cuma satu, bikin amandemen AD/ART yang sekarang mau dibahas,” ujar Iqbal Ramadhan, Ketua Tim Task Force.

Secara garis besar, tim Task Force hanya bertugas membuat amandemen AD/ART. Tugas tersebut dilaksanakan hingga amandemen AD/ART disahkan dalam musyawarah.

“Sebenarnya setelah AD/ART ini nanti sudah sah, that’s all, Task Force finish, udah nggak ada lagi urusan apa-apa,” jelasnya.

Meski dibentuk oleh Senat Mahasiswa UB, Iqbal mengatakan bahwa tim Task Force tidak dibentuk untuk memihak Senat Mahasiswa UB melainkan bekerja untuk KM-UB.

“Jadi intinya sebenarnya tim Task Force ini adalah lembaga independen, dalam artian kita mewakili KM, bukan mewakili Senat. Gue mengecewakan sudut pandang bahwa AD/ART yang dibuat tim Task Force ini menguatkan Senat dan melemahkan eksekutif, padahal pandangan itu nggak tau dari siapa, gue sebagai ketua tim Task Force menyayangkan isu yang beredar kaya gitu,” ujar mahasiswa semester enam itu.

Tidak Ada Campur Tangan Kampus

Amandemen AD/ART KM-UB nyatanya tak mendapat persetujuan dari pihak kampus. Hal itu diakui oleh Iqbal.

Sayangnya enggak ada (persetujuan kampus). Harapan gue sebenarnya ada, karena beberapa hal di sini kan kita ngomongin statuta sebagai landasan kita bikin AD/ART. Statuta itu peraturan yang dibikin sama kampus untuk masalah universitas, bukan masalah organisasi. Organisasi dibahas di AD/ART, tapi organisasi di kampus kita saling berkoordinasi sama pihak kampus,” papar ketua tim Task Force yang terpilih pada November 2014 itu.

Amandemen AD/ART sendiri akan dipublikasikan ke seluruh organisasi mahasiswa pada 18 Maret 2015. Tanggal itu dipilih berdasarkan tanggal kelahiran KM-UB yang jatuh pada 18 Maret 2011.
“Kalau 18 Maret bisa selesai, berarti sah, it means sah. Itu langsung disebarkan kepada KM dan semua ormawa sambil menyesuaikan dengan semua ormawa,” tutup Iqbal.

Penulis :
Ridwan Aji Pitoko
Ayu Nanda Maharani


0 comments:

Post a Comment