Popular Posts

Sunday, May 17, 2015

Workshop "Integrity Goes to You" Ajak Anak Muda Sadar Korupsi

Gambar ilustrasi anti korupsi (doc. Google)

JAKARTA, MeClub Online – Meningkatnya perilaku korupsi di Indonesia membuat beberapa NGO (Non Government Organization) ramai-ramai menggelar kegiatan anti korupsi. Salah satunya adalah Youth ProActive, bekerja sama dengan ProClub Universitas Bakrie yang menggelar workshop anti korupsi bertema "Integrity Goes to You,” Jumat (15/5).

Menurut data Transparency International, indeksi persepsi korupsi Indonesia pada 2014 berada di angka 107 dari 175 negara. Hal ini yang membuat Transparency International Indonesia (TII) melalui Youth ProActive menggalakkan kampanye anti korupsi di kalangan anak muda.

Workshop "Integrity Goes to You" sendiri bertujuan mendorong anak muda Indonesia untuk berperan aktif memberantas korupsi di Indonesia dengan membangun integritas dan kejujuran dari setiap sendi kehidupan mereka.

"Kita ingin anak muda lebih paham lagi terkait isu korupsi, bukan dalam skala besar tapi kita ingin membumikan istilah korupsi itu dalam kehidupan mereka sehari-hari," ujar William Umboh, Youth Associate Department TII.

William juga menambahkan jika workshop ini diharapkan mampu menghadirkan ide-ide kreatif dari anak muda untuk bisa memberantas korupsi yang terjadi di sekitar mereka. Perilaku korupsi yang biasanya terjadi di sekitar mereka antara lain pungutan liar, 'nembak' pembuatan SIM, dan sebagainya.

Salah satu program yang dijalankan anak muda terkait pemberantasan korupsi adalah Audit Sosial. Audit Sosial muncul akibat rendahnya kepercayaan anak muda terhadap integritas pelayanan publik, baik di tingkat nasional maupun lokal. Kini, program Audit Sosial telah berjalan di empat kota yang diyakini memiliki potensi korupsi cukup besar.

"Audit Sosial yang  juga didampingi TI Youth Report Center sekarang ada di empat daerah yaitu Aceh, Garut, Lombok, dan Kupang. Untuk Aceh dan Garut masih mengawang-awang tetapi Lombok dan Kupang sudah berada di titik yang luar biasa, yakni sudah launching dan laporan (audit) sudah ada dengan dukungan pemerintah setempat dan ombudsman," jelas William.

William menambahkan tak menutup kemungkinan jika program Audit Sosial ini dilakukan di 34 provinsi di Indonesia. Namun, untuk saat ini TII dan Youth Report Center hanya ingin fokus di empat kota tersebut.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko

0 comments:

Post a Comment