Popular Posts

Saturday, July 11, 2015

Mau SOTR? Pahami Dulu Aturan Ini!

Pelaksanaan Sahur On The Road (doc. metrotvnews.com)
Bagi kamu yang berniat mengadakan kegiatan Sahur On The Road (SOTR), sebaiknya paham terlebih dahulu mengenai peraturan-peraturan yang terkait.

Sejatinya, kegiatan SOTR yang dilakukan di jalanan tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

Mengenai ketertiban umum ini, kita dapat mengambil referensi dari peraturan daerah setempat. Misalnya dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Perda 8/2007).

Salah satunya pada Pasal 51 Perda 8/2007 disebutkan, keramaian dengan memanfaatkan jalur jalan yang dapat mengganggu kepentingan umum WAJIB mendapat izin dari Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.

Jika kegiatan SOTR sampai menganggu lalu lintas karena adanya konvoi kendaraan bermotor, maka harus disertakan izin dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) karena berkaitan dengan adanya kemungkinan terganggunya lalu lintas.

Dalam Pasal 135 j, pasal 134 UU LLAJ, konvoi atau iring-iringan kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri memiliki hak untuk diberikan pengawalan.

Artinya, konvoi SOTR dapat meminta pengawalan polisi untuk keamanan dan keselamatan lalu lintas.

Penggunaan sirine juga kerap kita saksikan dalam iring-iringan konvoi SOTR. Namun bila seseorang yang tidak berhak menggunakan lampu isyarat atau sirine, maka pelakunya dapat dihukum dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Hal ini tercantum dalam Pasal 287 ayat (4) UU LLAJ.

Jadi, jika berniat menyelenggarakan SOTR, kamu wajib memperhatikan izin dari pihak berwajib. Hal ini tentu agar tidak menganggu pengguna jalan lainnya, lebih-lebih agar tidak melanggar aturan dan hukum yang berlaku.

Penulis: Sapta Agung Pratama
Editor: Nursita Sari

0 comments:

Post a Comment