Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

Maba Ditemani Ospek, Ini Alasan Para Orangtua

Kampus UB - Ada pemandangan tak biasa pada hari pertama Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus UB. Pada beberapa titik di lingkungan kampus, terutama di SL Luar, orang tua dan keluarga dari beberapa mahasiswa baru (maba) terlihat setia menanti selesainya seluruh rangkaian acara PKKMB pada hari pertama ini. Beberapa alasan dilotarkan oleh mereka kepada MeClub Online saat ditemui pada Selasa (25/8/2015) sore, di antaranya karena takut nyasar hingga masalah kesehatan. Dwi Agustiawati salah satunya. Ia rela meninggalkan rutinitasnya di Sulawesi demi menemani adiknya mengikuti rangkaian acara PPKMB. "Alasannya, pertama karena asalnya dari daerah, jadinya belum tahu jalan di Jakarta. Takutnya nyasar. Nanti kita juga yang susah nyarinya," ujar wanita yang akrab disapa Tias ini. Tias pun akan terus menemani adiknya hingga hari terakhir rangkaian acara PPKMB ini. Berbeda dengan Tias, Julia, wanita asal Bukitinggi, Sumatra Barat ini hanya berencana m…

BEM-UB Menarik Diri dari Pelaksanaan UB's Week 2015

Kampus UB - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie (BEM-UB) sudah dipastikan tidak lagi menjadi pelaksana kegiatan UB's Week tahun ini. Dalam rilis yang dikeluarkan pada Minggu (23/8/2015), BEM-UB menyatakan 'melepaskan diri' dari kegiatan pengenalan kampus tersebut."Alasan BEM-UB melepaskan diri dari acara ini adalah karena adanya permintaan pengubahan (perubahan) konsep dalam waktu yang singkat," ujar Berly Ramanda Saputra, Ketua BEM-UB periode 2015/2016.Menurut BEM-UB, hal tersebut dapat menghilangkan inti dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru untuk memahami esensi Universitas Bakrie.Keputusan BEM-UB menarik diri dalam pelaksanaan UB's Week disepakati pada Sabtu (22/11/2015) dalam rapat bersama yang dihadiri oleh panitia UB's Week 2015, BEM-UB, Senat Mahasiswa UB (SM-UB), Biro Administrasi Kemahasiswaan UB, dan UB Career. Dalam rapat tersebut, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Sri Pratiwi, menyatakan bahwa pihak kampus yang akan melaksan…

Kronologi dan Penjelasan Berita 'Wah! BEM-UB Lepas Tanggung Jawab UB's Week?'

Kampus UB - Pemberitaan MeClub Online yang berjudul "Wah! BEM-UB Lepas Tanggung Jawab UB's Week?" pada Jumat (21/8/2015) malam akhirnya memunculkan pro dan kontra di lingkungan kampus UB. Dari feedback yang diterima dan yang terpantau oleh MeClub Online, banyak yang salah kaprah terhadap isi pemberitaan ini. Berikut kami rangkum kronologi peliputan isu pengalihan penyelenggaraan UB's Week 2015.Pada Jumat malam (21/8) tim MeClub Online menerima informasi dari salah satu narasumber terpercaya mengenai perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan UB's Week 2015. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa kegiatan UB's Week tidak lagi berada di bawah tanggung jawab BEM-UB. "Selamat malam. Saya ingin mengabarkan kalau rangkaian acara UB's week 2015 yg atas nama BEM tidak jadi dilaksanakan. Jadi acara UB's week 2015 yang atas nama BEM tidak jadi dilaksanakan, semua acara pengenalan kampus di ambil alih oleh pihak kampus dan semua tanggung jawab di ambil alih …

Cerita Sobat MeClub Soal UB's Week

Kampus UB - Direktur Pembelajaraan dan Kemahasiswaan pada 22 Juli lalu mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan agar kegiatan ospek dijalankan oleh pihak kampus, bukan mahasiswa. Sudah bukan rahasia lagi, hal ini dipicu oleh maraknya isubullyingdan perploncoan pada kegiatan ospek yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Tujuan surat edaran ini tentunya agar dapat menghilangkan 'tradisi'bullyingdan perploncoan tersebut. 
Namun, tidak semua kegiatan ospek yang diselenggarakan mahasiswa melakukan tindakan tak terpuji tersebut, contohnya saja di kampus UB. MeClub Online merangkum cerita-cerita Sobat MeClub yang pernah mengikuti rangkaian kegiatan yang biasa disebut UB's Week ini pada Sabtu (22/8/2015).
Nurkumala Dewi, mahasiswi Akuntansi 2012, mengakui bahwa mengikuti rangkaian UB's Week merupakan pengalaman yang seru dan mampu mengajarkan nilai-nilai penting, salah satunya kemampuan kerja sama. 
"Yang lebih berasasih teamworksamaunity-nya. Soalnya banyakbangetkegiatan y…

Surat Edaran Dikti: Ospek Diselenggarakan Kampus, Bukan Mahasiswa

Kampus UB - Berdasarkan berita sebelumnya, diisukan bahwa penyelenggaraan kegiatan ospek di kampus UB, atau yang biasa dikenal dengan UB's Week, tidak lagi diselenggarakan oleh pihak BEM-UB. Kegiatan menyambut para calon mahasiswa baru ini selanjutnya akan diselenggarakan oleh pihak kampus UB. 
Hal ini meresahkan sebagian pihak, terutama pihak BEM dan kepanitiaan yang sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Pasalnya, kegiatan penyelenggaraan kegiatan ini sudah sangat dekat, yaitu pada 25 Agustus mendatang.
Namun, berdasarkan surat edaran dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini, kegiatan ospek memang seharusnya dilaksanakan oleh pihak perguruan tinggi, dalam hal ini kampus UB. 
Pada poin kedua dalam surat bernomor 01/DJ-Belmawa/SE/VII/2015 ini disebutkan bahwa Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) adalah program institusi, bukan mahasiswa. Pada surat edaran ini tercantum tanggal 22 Juli 2015.
Dikutip dari Okezone.com, Sabtu (22/8/2015…

Wah! BEM UB Lepas Tanggung JawabUB's Week?

Kampus UB - Kegiatan ospek di kampus UB atau yang lebih dikenal dengan UB's Week tahun ini mengalami perubahan besar. Program kerja (proker) yang selalu dilaksanakan oleh kepengurusan BEM UB pada tahun-tahun sebelumnya kali ini harus rela dilepaskan. Pasalnya, rangkaian acara yang rencananya dilaksanakan 25 hingga 28 Agustus ini dikabarkan telah diambilalih oleh pihak kampus. "Jadi acara UB's week 2015 yang atas nama BEM tidak jadi dilaksanakan, semua acara pengenalan kampus di ambil alih oleh pihak kampus dan semua tanggung jawab di ambil alih oleh pihak kampus," kata salah satu narasumber MeClub Online pada Jumat (21/8/2015) malam.Narasumber yang merupakan salah satu panitia UB's week ini juga menambahkan bahwa keputusan tersebut baru saja disetujui pada hari ini.Belum ada keterangan lanjutan mengenai keputusan yang kemungkinan baru terjadi di kepengurusan BEM selama ini. "Ga diambil alih kampus kokk. Nanti yaa. Momennya belum pas."Hanya itu yang diuc…

Berminat Jadi Aslab/Asdos? Mahasiswa Ilkom, yuk Cek di Sini

Jakarta - Semua pihak mulai bersiap menyambut perkuliahan paruh pertama Tahun Ajaran (TA) 2015-2016, tak terkecuali Prodi Ilmu Komunikasi. Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan aktif, kali ini Prodi Ilmu Komunikasi kembali membuka kesempatan bagi mahasiswanya yang berminat menjadi asisten dosen (asdos) dan asisten laboratorium (aslab) untuk semester ganjil 2015/2016.

Tugas seorang asdos/aslab antara lain adalah mendampingi dosen pengampu dan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan, memanfaatkan dan menyediakan alat serta ruangan pada Laboratorium Ilmu Komunikasi ketika dibutuhkan dalam kegiatan perkuliahan terkait, serta mengadakan asistensi bagi mahasiswa jika diperlukan.

Selain itu, asdos/aslab juga berperan dalam menjaga peralatan dan ruangan yang ada di Laboratorium Ilmu Komunikasi agar tetap berfungsi secara maksimal.

Pada semester ini terdapat 11 matkul yang membutuhkan peran aslab, yaitu:
Peminatan Komunikasi Media Massa:
1. Teknik Editing Audio dan Visual (Editing Te…

Panitia: Jangan Ada Mindset Takut Ikut UB’s Week

UB’s (Universitas Bakrie) Week 2015 akan dilaksanakan pada 25-28 Agustus 2015 mendatang. UB’s Week adalah pekan pengenalan kampus yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Namun, hingga saat ini masih banyak calon mahasiswa dan orang tua yang khawatir akan pelaksanaan orientasi pengenalan atau yang biasa disebut OSPEK ini.
Maraknya peristiwa kekerasan baik fisik maupun mental yang terjadi kepada mahasiswa baru di beberapa perguruan tinggi seperti yang tersiar di media pemberitaan membuat mahasiswa khususnya orang tua merasa ketakutan dan melarang anaknya untuk mengikuti OSPEK. Padahal, OSPEK sangat penting untuk diikuti karena ini adalah salah satu tahap mahasiswa baru berkenalan dan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah kini lebih menggalakkan peraturan OSPEK. Sesuai dengan Peraturan Dirjen No. 274 Tahun 2014, pihak yang berwenang memimpin OSPEK (perguruan tinggi) adalah dosen, sedangkan mahasiswa hanya masuk ke dalam susu…

Masa Batal Tambah Ditiadakan, Kuspriyanto: Sudah Disetujui dalam Rapat…

Memasuki perkuliahan semester ganjil tahun ajaran 2015/2016, beragam kebijakan baru baik akademik maupun non-akademik ditetapkan Universitas Bakrie. Kini giliran kebijakan terkait Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) atau masa batal tambah yang ditetapkan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa batal tambah selalu dilaksanakan pada minggu pertama perkuliahan, mulai semester ganjil tahun ini kebijakan tersebut ditiadakan. Dengan demikian, setiap mahasiswa tidak dapat membatalkan mata kuliah yang telah dipilih maupun menambahkan mata kuliah yang belum dipilih pada saat pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)  jika waktu pengisian KRS tersebut telah selesai.
Menurut Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Bakrie, Kuspriyanto, masa batal tambah ditiadakan berdasarkan kesepakatan saat rapat koordinasi bidang akademik berlangsung.
“Peniadaan masa batal tambah pada minggu pertama perkuliahan adalah atas usulan program studi dan (sudah) disetujui dalam rapat koordinasi bidang akademik yang diik…

Bayar Skripsi Tiap Semester, Berikut Alasan Darminto

Kebijakan baru yang ditetapkan Universitas Bakrie tentang pembayaran biaya skripsi atau tugas akhir bukan tanpa alasan. Pada Kamis (13/8) pagi, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Darminto, menjelaskan alasannya kepada tim MeClub Online.
“Kita ingin mendorong agar mahasiswa juga bisa cepat menyelesaikan skripsi. Karena sekarang, kalau skripsi tidak selesai dalam satu semester, kan mesti bayar lagi, keluar biaya lagi. Jadi di mana-mana, di universitas lainnya, skripsi juga dihitung SKS (Satuan Kredit Semester) per semester. Jadi kalau dua tahun skripsi belum selesai, bayarnya empat kali,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Program MM-UI ini.
Tak hanya itu, terkait sistem pembayaran biaya pendidikan ini, Darminto pun membandingkannya dengan beberapa perguruan tinggi lainnya.
“Malah banyak di universitas lain yang sistemnya paket. Apakah dia ambil 20, atau 5, atau 2 SKS, tetapi dalam satu semester, besaran bayarannya tetap. Walaupun tinggal ambil skripsi doang, tetap saja baya…

Ini Kebijakan Baru Universitas Bakrie Soal Biaya Skripsi

Universitas Bakrie menetapkan kebijakan baru tentang pembayaran biaya skripsi atau tugas akhir bagi seluruh mahasiswanya. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 010/SK/UB/R/III/2015 yang dikeluarkan pada 11 Maret 2015 lalu, biaya Satuan Kredit Semester (SKS) untuk skripsi atau tugas akhir wajib dibayarkan setiap semester dan dilakukan sebelum batas akhir pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online. Keputusan tersebut mulai diberlakukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 lalu.
“Skripsi itu kan SKS, jadi sama saja dengan mata kuliah. Sebenarnya skripsi itu pembayarannya juga per SKS dan per semester. Jadi kalau dia tinggal skripsi saja, dia harus membayar SKS skripsi,” ujar Darminto, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Universitas Bakrie, Kamis (13/8).
“Dulu tidak jelas sistem pembayarannya. Mau sampai kapan selesai skripsinya, cuma bayar sekali saja. Harusnya setiap semester bayar,” tambah pria lulusan State University of New York ini.
Kebijakan tersebut berbeda dengan tahun-tahun seb…

Ini Kata Sobat MeClub Soal VA

Sapta AP - MeClub UB
Jakarta - Kampus UB telah menerapkan sistem pembayaran baru, yaitu dengan memanfaatkan fasilitas virtual account (VA) pada salah satu bank. Karena baru pertama kali dilakukan, banyak Sobat MeClub yang masih kebingungan dengan perubahan ini. Namun ada juga yang memuji sistem ini karena kemudahannya. Berikut beberapa komentar dari Sobat MeClub yang kami rangkum dan ditulis pada Jumat (14/8/2015).

Dahlia Oktaviani, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2012, berbagi cerita mengenai kesulitannya dalam membayarkan uang kuliah dengan sistem VA. Ia bahkan harus melakukan total tiga kali transaksi karena adanya batasan maksimal nilai transfer antar bank.

"Kebetulan gue punya ATM BCA, tapi nyokap gue BNI. Karena VA itu harus transfer dari BCA, jadi gue harus transfer dari BNI ke BCA dulu. Nah, BNI limit transfernya 10 juta per hari. Jadi gue kirim 10 juta dulu ke BCA, besokannya baru sisanya, terus baru bayar lewat VA," ujar mahasiswi asal Bekasi ini.
B…

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB
Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan.
Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam.
Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan.
"Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bayar Rp5.275.000, jadi in…

Darminto: Minimal 18 SKS Itu Asumsi Saja

Sapta AP - MeClub UB
Jakarta - Menjelang semester ganjil 2015-2016, berbagai kebijakan administratif mengalami perubahan. Tidak hanya sistem pembayarannya, namun besaran biaya yang harus dibayarkan juga berubah. Belakangan, sempat beredar isu bahwa meskipun tidak mengambil sejumlah 18 SKS, namun semua mahasiswa diwajibkan tetap membayar sejumlah tersebut, ditambah biaya registrasi dan BOP.
Sebenarnya, jumlah minimal pembayaran 18 SKS ini sudah dimulai sejak semester genap yang lalu. Namun isu ini kembali naik ke permukaan menjelang dimulainya semester ganjil TA 2015-2016. Untuk itu, MeClub Online melakukan konfirmasi kepada Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA pada Kamis (13/8/2015) pagi.
Ditemui di ruangannya, Darminto langsung membantah anggapan ini. Ia mengatakan bahwa biaya kuliah yang wajib dibayarkan adalah yang sesuai dengan jumlah SKS yang diambil oleh mahasiswa.
Dengan adanya sistem pembayaran melalui virtual account (VA), pihak kampus harus melakukan input dat…

Kenapa Harus Virtual Account?

Sapta AP - MeClub UB
Jakarta - Berbagai penyesuaian kebijakan dilakukan kampus UB menyambut tahun ajaran 2015-2016. Sobat MeClub pun sebenarnya sudah bisa memantaunya melalui portal kampus UB. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang kebingungan dengan perubahan kebijakan ini, terutama soal pembayaran uang kuliah.
Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA memberikan beberapa keterangan terkait perubahan ini. Ditemui di ruangannya pada Kamis (13/8/2015) pagi, ia menjelaskan bahwa hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang sudah semakin banyak, sehingga pembayaran tunai melalui loket keuangan dirasa akan semakin merepotkan.
Sebagai gantinya, mahasiswa dapat melakukan pembayaran melalui virtual account (VA) bank BCA. Cara ini diyakini mampu memudahkan pihak mahasiswa dalam melakukan pembayaran serta memudahkan pihak kampus untuk memonitor status pembayaran mahasiswa secara lebih cepat.
"Dengan sistem pembayaran virtul account itu, di ATM, misalnya, kita bisa membuka n…