Popular Posts

Monday, August 17, 2015

Bayar Skripsi Tiap Semester, Berikut Alasan Darminto


Kebijakan baru yang ditetapkan Universitas Bakrie tentang pembayaran biaya skripsi atau tugas akhir bukan tanpa alasan. Pada Kamis (13/8) pagi, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Darminto, menjelaskan alasannya kepada tim MeClub Online.

“Kita ingin mendorong agar mahasiswa juga bisa cepat menyelesaikan skripsi. Karena sekarang, kalau skripsi tidak selesai dalam satu semester, kan mesti bayar lagi, keluar biaya lagi. Jadi di mana-mana, di universitas lainnya, skripsi juga dihitung SKS (Satuan Kredit Semester) per semester. Jadi kalau dua tahun skripsi belum selesai, bayarnya empat kali,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Program MM-UI ini.

Tak hanya itu, terkait sistem pembayaran biaya pendidikan ini, Darminto pun membandingkannya dengan beberapa perguruan tinggi lainnya.

“Malah banyak di universitas lain yang sistemnya paket. Apakah dia ambil 20, atau 5, atau 2 SKS, tetapi dalam satu semester, besaran bayarannya tetap. Walaupun tinggal ambil skripsi doang, tetap saja bayarnya segitu karena sistemnya paket,” tambahnya, “kita sekarang tegaskan bahwa pembayaran skripsi itu berlaku layaknya SKS per semester. Di beberapa universitas juga begitu di mana-mana.”

Seperti diketahui, sistem paket berbeda dengan sistem SKS yang diterapkan di Universitas Bakrie. Dengan sistem paket, perguruan tinggi telah menetapkan mata kuliah apa saja yang harus diambil dalam setiap semester sehingga mahasiswa tidak bisa memilih mata kuliah yang ingin diambilnya di setiap semester.

Untuk biaya kuliah di perguruan tinggi yang menerapkan sistem paket, biaya pendidikan di setiap semester memiliki jumlah yang sama, tidak seperti di Universitas Bakrie yang biaya pendidikan setiap semesternya selalu berbeda, sesuai jumlah SKS yang diambil.

“Bayarnya tiap semester jumlahnya selalu sama, mau banyak atau dikit SKS-nya juga,” ujar mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Presiden, Yanri Nur Jannah. Universitas Presiden adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang menerapkan sistem paket dengan 10 semester dalam pendidikan S-1.

Sama halnya dengan Universitas Presiden, Universitas Indonesia (UI) pun menerapkan sistem paket dalam pendidikan S-1. Sedangkan untuk biaya pendidikan, karena statusnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), UI mengimplementasikan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT), sesuai Permendiknas No. 55 Tahun 2013.

BKT merupakan dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah. Sedangkan UKT merupakan sebagian biaya kuliah tunggal yang ditanggung oleh mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonomi orang tuanya. Dilansir news.okezone.com, indikator utama yang menjadikan perbedaan jumlah UKT yang harus dibayar setiap mahasiswa per semester didasarkan pada jurusan yang dipilih, penghasilan orang tua, dan jumlah keluarga berdasarkan Kartu Keluarga (KK).

“Pokoknya sistem bayaran semester itu ya udah segitu dari awal sampe akhir, nggak dihitung per SKS,” ujar Devi Puri, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

“Jadi kan paket empat tahun, ketika dia di semester delapan dan masih belum selesai skripsinya, berarti dia nggak lulus dong. Nah ketika dia gak lulus, dia bayar semester (sembilan). Pokoknya intinya itu bayar per semester,” tambah mahasiswa kelahiran Juli 1995 ini.

Dengan demikian, sistem pembayaran biaya skripsi di UI pun tidak berdasarkan SKS skripsi tersebut. Mahasiswa diperbolehkan mulai mengerjakan skripsi di semester tujuh, namun jika hingga memasuki semester dua belas (batas maksimal studi), skripsi tersebut belum selesai, mahasiswa tetap harus membayar biaya kuliah per semester sesuai UKT, meskipun ia hanya mengerjakan skripsi dan tidak mengambil mata kuliah lainnya.

Penulis: Nursita Sari
Pewawancara: Sapta Agung Pratama, Nursita Sari

1 comments:

  1. Assalamu alaikum…wr.wb... saya ingin berbagi cerita kepada teman-teman yang pecinta togel,bahwa dulunya saya TKI di singapura yang terlantar buat makan aja sangat susah,dan alhamdulillah setelah saya hubungi AKI SUNDOSO saya bisa pulang kampung dan memulai hidup yang baru,ini semua berkat bantuan AKI SUNDOSO.karna angka ritual yang di berikan beliau saya bisa menang togel yang a4D singapura yaitu (1561) saya menang 297.juta syukur alhamdulillah kini sekarang saya sudah buka usaha sendiri,saya ucapkan banyak terima kasih kepada AKI SUNDOSO..tampah bantua dari AKI saya tidak bisa seperti sekarang,bagi teman-teman di indo maupun yang terlantar di luar negri mau mengubah nasib seperti saya silahkan HUBUNGI AKI SUNDOSO di NO: {-082-347-539-177-} karna AKI SUNDOSO dengan senang hati membantu memperbaiki nasib anda,sebab angka ritual di berikan AKI SUNDOSO di Jamin terbukti 100% akan keluar,atau silahkan buktikan sendiri karna kesempatan tidak akan datang kedua kali…terima kasih banyak AKI WASSALAM

    dijamin 100% jebol saya sudah buktikan sendiri

    KLIK DI SINI BOCORAN TOGEL HARI INI

    angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/

    angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/

    angka GHOIB; malaysia

    angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/

    angka GHOIB; laos


    ReplyDelete