Langsung ke konten utama

Surat Edaran Dikti: Ospek Diselenggarakan Kampus, Bukan Mahasiswa

Surat Edaran Dikti 01/DJ-Belmawa/SE/VII/2015
Kampus UB - Berdasarkan berita sebelumnya, diisukan bahwa penyelenggaraan kegiatan ospek di kampus UB, atau yang biasa dikenal dengan UB's Week, tidak lagi diselenggarakan oleh pihak BEM-UB. Kegiatan menyambut para calon mahasiswa baru ini selanjutnya akan diselenggarakan oleh pihak kampus UB. 

Hal ini meresahkan sebagian pihak, terutama pihak BEM dan kepanitiaan yang sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Pasalnya, kegiatan penyelenggaraan kegiatan ini sudah sangat dekat, yaitu pada 25 Agustus mendatang.

Namun, berdasarkan surat edaran dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini, kegiatan ospek memang seharusnya dilaksanakan oleh pihak perguruan tinggi, dalam hal ini kampus UB. 

Pada poin kedua dalam surat bernomor 01/DJ-Belmawa/SE/VII/2015 ini disebutkan bahwa Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) adalah program institusi, bukan mahasiswa. Pada surat edaran ini tercantum tanggal 22 Juli 2015.

Dikutip dari Okezone.com, Sabtu (22/8/2015), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melarang mahasiswa menjadi ketua ospek. Jika dilanggar, mahasiswa tersebut dan almamaternya akan mendapatkan sanksi tegas.

Menristek Dikti M. Nasir mengatakan bahwa tradisinya ospek memang dipimpin oleh mahasiswa. Tetapi, mulai tahun ini dia melarang mahasiswa menjadi ketua ospek. Alasannya, ospek cenderung dijadikan sarana perploncoan, padahal seharusnya menjadi ajang pengenalan kampus.

Siang ini sedang berjalan sebuah pertemuan antara pihak kemahasiswaan dengan BEM-UB. Pertemuan ini juga dihadiri oleh pihak Senat Mahasiswa.

"Gue atas nama Senat. Masih menengahi itu, tanggung jawab BEM di GBHK mengadakan orientasi yg bisa menanamkan value KM-UB. Jd kita dari Senat masih ada kemungkinan approach lagi BEM & kampus besok karena BEM ada tanggungjawab itu," kata Deris Yusuf, ketua Senat Mahasiswa UB, kepada pihak MeClub Online, Jumat (21/8/2015) malam. 

Saat dikonfirmasi mengenai kebijakan ini pada Jumat malam, ketua BEM UB, Berly Ramanda hanya mengatakan, "ga diambil alih kampus kokk. Nanti yaa. Momennya belum pas." 

Kami masih mencoba menghubungi pihak kampus mengenai hal ini. Simak terus perkembangannya ini hanya di MeClub Online. 

Sobat MeClub bisa melihat mengunduh surat edaran ini di website resmi Kopertis III melalui link ini http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2015/08/Surat-PKKMB-Dikti.pdf

Penulis : Sapta Agung Pratama
Tim Liputan : Nursita Sari, Ayu Nanda Maharani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skripsi Semester 7, Ya atau Tidak?

doc. Google Kebijakan Biro Administrasi Akademik Universitas Bakrie terkait syarat pengambilan skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir masih belum banyak diketahui mahasiswa. Kabar yang beredar bahwa mahasiswa baru diperbolehkan mengambil skripsi jika SKS yang terpenuhi sudah mencapai 138 SKS. "Aku ambilnya semester 8 karena emang Ilkom (Ilmu Komunikasi) angkatan pertama baru bisa ambil skripsi pas semester 8. Syaratnya ada minimal 138 SKS dan lulus mata kuliah wajib gitu . Karena emang sistem SKSnya dipaketin gitu , kalo  yang sekarang kan nggak ," ujar lulusan program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Firsta Putri Nodia. Sama halnya seperti Firsta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie tingkat akhir (angkatan 2011), Dita Amaliana, pun mengetahui bahwa syarat mengambil skripsi adalah lulus 138 SKS. " Sebenernya sih dapet bocoran tahu gitu dari temen-temen juga. Awalnya katanya 138 SKS sampe semester ini, tapi kan gue udah 140 kalo s

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Grafik oleh Nabilla Ramadhian Credit: youtube.com/watch?v=M6WGgqyxG3c Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang teman ku memutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota , Grand Indonesia (GI) . Sesampainya disana , kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1 ” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, di dalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA. Kami pun de n gan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater . Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku , untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuat

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan. Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam. Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan. "Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bay