Langsung ke konten utama

Lebih Baik Mutusin atau Diputusin?

source: Google.com
Kampus UB – Hidup itu penuh dengan pilihan. Pilihan kamu tersebut akan menentukan apa yang terjadi di masa depan. Begitu juga soal percintaan, misalnya ketika kamu harus memilih, lebih baik mutusin atau diputusin. Sekarang kita akan membahas beberapa argumen dari pihak yang mutusin dan yang diputusin.

Mutusin
Jika kamu memilih untuk menjadi pihak yang mutusin, mungkin kamu akan merasakan kebebasan karena telah berasil melepaskan "beban" yang sudah kamu pendam selama ini. Kamu juga akan merasa lega karena akhirnya berani mengambil keputusan setelah sekian lama menunggu waktu yang tepat yang penuh pertimbangan.

Tapi sebagai orang yang mutusin, kamu akan menjadi pihak yang disalahkan, bahkan dianggap tidak berperasaan, karena pihak yang diputusin akan merasa dirinya menjadi korban dan ditinggalkan begitu saja. Kemungkinan, pihak yang diputusin akan merasa sedih bahkan sampai menangis di hadapan kamu dan meminta kesempatan sekali lagi.

Rasa bersalah akan mulai muncul dan pada akhirnya kamu akan cenderung memberikan kesempatan tersebut. Ketika hal itu terjadi, kamu cenderung merasa menyesal karena telah mutusin pasangan kamu.

Diputusin
Jika kamu memilih untuk menjadi pihak yang diputusin, kamu akan terbebas dari rasa bersalah. Karena kamu akan berperan sebagai pihak yang ditinggalkan.Kamu pun dianggap menyalahkan pihak yang mutusin sebagai pihak yang tidak ingin memperjuangkan hubungan.

Biasanya kamu akan mendapat simpati dari banyak orang karena berlabelkan “korban”. Perasaan sedih cenderung akan kamu rasakan. Terlebih kamu akan merasakan bahwa kamu tidak diinginkan, ditinggal begitu saja, marah dan kecewa. Bahkan rasa dendam bias timbul, yang pada akhirnya kamu akan melakukan hal-hal bodoh kepada pihak yang mutusin.

Jadi, pihak mana yang kamu pilih? Tidak ada yang lebih baik atau pun buruk, karena pada akhirnya kedua belah pihak akan merasakan sakit hati. Yang berbeda hanyalah dimana posisi kamu berada. Uraian diatas terjadi cenderung karena adanya ketidakcocokan dan pertengkaran dalam suatu hubungan. Lain jika masalahnya adalah perselingkuhan, pertentangan keluarga, dan lain-lain.

Jadi pihak mana yang kamu pilih? Share pengalaman kamu di kolom komentar.


Penulis: GilangFakhrurozi
Editor: Sapta Agung Pratama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Grafik oleh Nabilla Ramadhian Credit: youtube.com/watch?v=M6WGgqyxG3c Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang teman ku memutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota , Grand Indonesia (GI) . Sesampainya disana , kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1 ” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, di dalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA. Kami pun de n gan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater . Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku , untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuat

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan. Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam. Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan. "Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bay

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.   Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun , ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter .  Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai  electric kick-scooters  atau  e-scooters ) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam