Popular Posts

Sunday, December 31, 2017

Julius Caesar dan Tanggal 1 Januari, Ada Apa Sih?

Tahun baru biasanya dirayakan pada hari terakhir dalam tahun di kalender Gregorian. Kalender Gregorian sendiri merupakan kalender yang dipakai sebagai penanda tanggal di seluruh dunia. Semua negara termasuk Indonesia turut meramaikan tahun baru, tapi dari mana sih sebenarnya tradisi perayaan tahun baru dimulai? 
Tradisi tahun baru awalnya dimulai di Babylonia (Irak) pada tahun 2000 sebelum Masehi. Bagi orang Babylonia, fase bulan baru di awal musim semi pada akhir bulan Maret menandakan tahun baru. Mereka merayakannya dengan festival keagamaan besar bernama “Akitu” yang melibatkan banyak ritual pada hari-hari tersebut. Selain tahun baru, “Akitu” juga digunakan untuk merayakan kemenangan mitos Dewa langit Babylonia atas Dewi laut yang jahat. Dan pada masa inilah raja baru akan dinobatkan.
Lalu, bagaimana asal mula tanggal 1 Januari dinobatkan menjadi hari tahun baru di seluruh dunia? Kalender Romawi awalnya terdiri dari 10 bulan dan 304 hari dengan setiap tahun baru dimulai pada saat titik musim semi matahari. Menurut sejarah, kalender ini diciptakan oleh Romulus, pendiri Roma, pada abad kedelapan sebelum Masehi. Lalu, raja Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius. Selama berabad-abad, kalender tidak sinkron dengan matahari, dan pada 46 sebelum Masehi, Julius Caesar memutuskan untuk memecahkan masalah tersebut dengan berkonsultasi dengan astronom dan matematikawan paling terkenal pada masanya lalu membuat kalender baru.
Dan pada saat itulah Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama dalam kalender Julian. Nama Januari sendiri diambil dari nama Dewa Janus yaitu dewa dari segala permulaan. Kalender Julian inilah yang pada akhirnya nanti menjadi acuan dalam kalender Gregorian yang sekarang dipakai seluruh dunia.
Kalender Gregorian diresmikan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582. Kalender ini diciptakan karena kalender sebelumnya yaitu kalender Julius dinilai kurang akurat.



Infografik oleh Ellysa Herawati




Penulis: Julia Chatriana
Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment