Popular Posts

Thursday, March 29, 2018

Ada "Dilan 1990" Dalam Prangko

Grafik oleh Iqra Maulana A

Kegiatan surat-menyurat menggunakan kertas mulai memasuki Nusantara saat bangsa Eropa mengenalkannya. Komponen yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah surat adalah prangko.

Prangko merupakan secarik kertas berperekat yang menjadi alat pembayaran untuk menggunakan jasa pengiriman surat (pos). Prangko memiliki jenis, bentuk, gambar dan komposisi yang beranekaragam. Ini membuat segelintir orang tertarik untuk mengoleksi.

Filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya. “Filatelis” merupakan sebutan untuk para pengumpul benda filateli. Sebenarnya, “filatelis” lebih merujuk kepada spesialis yang mendalami satu bidang di dunia filateli saja dan untuk pengumpul prangko lebih tepat jika disebut Stamps Collector. Tetapi kebanyakan orang lebih memilih menyebut dirinya sebagai “filatelis”.

Prangko sendiri terbagi dalam beberapa jenis, salah satunya yakni Prangko Istimewa. Prangko ini ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat.

Belum lama ini, PT Pos Indonesia merilis prangko seri “Dilan 1990” di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda, Bandung, Selasa (6/3/2018), seperti yang telah dikutip dari Liputan6.com.

PT Pos Indonesia menyebutkan prangko “Dilan 1990” akan dicetak sebanyak 100 ribu lembar dan akan tersedia di kantor pos. Satu lembar prangko dijual dengan harga Rp 25.000.

Fenomena film “Dilan 1990” yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia dimanfaatkan Pos Indonesia dan penulis novel sekaligus desainer prangko seri “Dilan 1990” Pidi Baiq. Tidak hanya prangko, PT Pos Indonesia juga meluncurkan kartu pos edisi “Dilan 1990”.

Munculnya prangko “Dilan 1990” yang menggambarkan kisah cinta Dilan dan Milea menambah seri prangko PT Pos Indonesia untuk dunia filateli. Selamat Hari Filateli Indonesia!

Infografik oleh Iqra Maulana A




Penulis: Arinda Dediana
Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment