Popular Posts

Thursday, March 15, 2018

KUMIS: Menguak Misteri Papan Pemanggil Arwah

Grafik oleh Nabilla Ramadhian

Credit: google.com

Buat kalian yang suka dengan cerita seram pasti familiar dengan papan pemanggil arwah ini. Permainan ini cukup mirip dengan permainan "jailangkung" karena sama-sama dijadikan medium untuk berhubungan dengan orang yang sudah meninggal.

Namanya adalah Papan Ouija. Papan Ouija pertama kali ditemukan di China sekitar 1200 SM, tetapi menurut ahli sejarah Prancis, pada tahun 540 SM Phyitagoras telah melakukan ritual pemanggil arwah menggunakan meja mistis yang bergerak dengan roda dan mendekati simbol tertentu tetapi teori ini menimbulkan banyak pertentangan sehingga kebenarannya diragukan.

Tidak hanya itu, muncul banyak metode-metode lain yang menjadi awal mula dari Papan Ouija ini salah satunya adalah planchette. Metode ini menggunakan sebuah penunjuk yang disebut planchette dengan pensil yang diletakan pada planchette dan mulai melakukan apa yang disebut sebagai automatic writing.

Pada akhir tahun 1800, planchette mulai dipatenkan dan dipopulerkan oleh Elijah Bonds dan Charles Kennard. Planchette dijual bersama dengan papan yang bercetakan alfaabet. Paten yang diajukan pada tanggal 28 Mei 1890 ini adalah awal lahirnya dari Papan Ouija.

Papan Ouija sangat banyak digunakan oleh orang-orang, terutama para remaja. Permainan ini biasanya dimainkan selama acara menginap bersama untuk mendapatkan satu atau dua hal menyeramkan. Namun, ada banyak orang yang mengaku menggunakan papan ini setiap hari untuk berhubungan dengan roh-roh penasaran.

Pihak agama memandangnya sebagai permainan yang sangat beresiko dan berbahaya. Tetapi masih banyak segelintir orang dalam masyarakat yang sangat terlarut dalam permainan tersebut, bahkan sampai mempersalahkan Ouija untuk beberapa tindak pidana. Seperti dikutip dari Liputan6, yang terjadi seperti berikut ini:


1. Diperintah Setan

Pada 2007, seorang pria bernama Joshua Tucker membunuh seorang teman bernama Donald dan ibu serta saudara perempuan temannya tersebut. Namun demikian, ibunya menganggap putranya sebagai seorang korban, bukan pelaku.

Menurut ibunya, sebelum membunuh Elizabeth Schalchin (13) dan Ellen Schalchlin (41), Tucker memainkan Ouija selama 45 menit. Ia dan Donald menjadi teman karena sama-sama tertarik dengan satanisme, yaitu pemujaan setan. Papan permainan Ouija itu sendiri baru dibeli Donald sehari sebelum kejadian.

Pada hari kejadian pembunuhan, mereka mempertanyakan keinginan menjadi pembunuh berantai. Sambil bermain, mereka juga menenggak akohol dan sirup obat batuk. Ketika bertanya tentang korban pertama pembunuhan mereka, jawabannya adalah "ibu".

Donald memang tidak ikut serta dalam pembunuhan tapi ia membantu membersihkan tempat kejadian. Ibunya bahkan sempat menekan nomor bantuan darurat 911 saat sedang diserang.


2. Remaja Pemuja Setan

Pada 1987, dua orang remaja perempuan yang tampak lugu, Bunny Dixon (16) dan Elizabeth Towne (18) diberi tumpangan di Orlando oleh seorang mahasiswa pertukaran pelajar dari Vietnam bernama Ngoc Van Dang.

Tapi, ketika mobil berhenti, para kekasih mereka keluar dari persembunyian di semak-semak dan menodongkan senjata. Mahasiswa itu dirampok dan dipaksa masuk dalam bagasi mobil, lalu dibawa ke kawasan sunyi.

Di sana, mahasiswa itu diukirkan salib terbalik di dadanya dan dibunuh sebagai sesajian kepada setan. Para remaja itu ketahuan dan diringkus beberapa hari kemudian.

Mereka menjelaskan kepada polisi bahwa semua itu adalah kemauan "seorang anak berusia 10 tahun bernama David" yang menghubungi mereka melalui Papan Ouija.

Mereka mengaku diperintahkan unutk mencuri mobil, merampok seseorang dan pergi meninggalkan Florida untuk ikut karnaval di Virginia. Sangat menyeramkan, ya? Masih mau bermain-main dengan papan yang satu ini? Salam Kumis!



Penulis: Indira Nurhaliza
Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment