Popular Posts

Saturday, March 17, 2018

TUTI: Back To The Past


Foto oleh Helvira Sabriana Rosa

"Masa lalu biarlah masa lalu…" Kurang lebih seperti inilah sebagian dari lirik lagu Inul Daratista.

Dari lirik itu kita bisa mengambil makna bahwa masa lalu yang sudah dilalui akan menjadi sebuah kenangan masa silam yang tidak perlu kita ungkit-ungkit lagi. Terutama jika masa lalu yang dimaksud adalah masa yang kelam atau momen-momen yang tidak dikehendaki maka cukuplah dijadikan sebuah pelajaran berharga.

Namun bila kembali lagi ke kenangan yang indah dan membekas dihati, bagi pecinta barang antik pasti enggan untuk melupakan ataupun meninggalkan barang-barang ini begitu saja. Tak heran bila banyak muncul kisah-kisah tersendiri antara barang kuno tersebut dengan beberapa orang yang masih menyayanginya hingga saat ini.

Belum lagi guci-guci dan keramik kuno kini dihargai dengan harga yang sangat tinggi.

“Back to The Past” dipilih sebagai tema keseluruhan untuk menampilkan keunikan barang-barang yang pernah populer dijamannya kepada generasi muda abad ini yang mungkin sudah jarang menyukai dan berminat dengan benda-benda kuno.

Tema ini bertujuan untuk pengenalan dan mempopulerkan kembali barang-barang kuno antik yang pernah sangat digemari dijamannya sehingga generasi muda bisa lebih menumbuhkan kepedulian dan minat untuk melestarikannya. Khususnya barang-barang antik produksi lokal ataupun peninggalan masa penjajahan yang kaya akan nilai sejarah.


SANGAT POPULER – Guci dan Keramik merupakan barang yang digemari untuk dikoleksi sejak jaman kerajaan di Nusantara. Hingga saai ini eksistensi penyuka guci tidak pernah padam. Nilai seni yang tinggi pada corak / lukisan di setiap permukaannya membuat guci dan keramik semakin diminati. Jl. Subaraya, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 16 Januari 2017.

TENGGELAM DAN BERKARANG – Keramik-keramik yang masih menyatu dengan karang setelah bertahun-tahun tenggelam di dasar laut karena kapal para pedagang yang tenggelam sebelum sampai di daratan Nusantara sekitar jaman sebelum penjajahan sampai berlangsungnya penjajahan Belanda. Para pedagang biasanya menggunakan air keras untuk menghilangkan karang-karang yang melekat pada keramik. 

PROSES PEMBERSIHAN – Dalam proses pencucian, guci yang sedang dicuci hendaknya jangan dibalik atau diangkat untuk menghindari resiko pecah karena terjatuh akibat licinnya sabun.

Lihat tulisan lengkapnya disini ^^  https://wordpress.com/posts/helheljourney23.wordpress.com

Penulis: Helvira Rosa
Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment