Popular Posts

Saturday, March 17, 2018

TUTI: Berawal dari Perjalanan Penuh kisah ke Paris Van Java

Foto oleh Irfandy Ajidharma

Libur Semester 3 akhirnya semakin mendekati, tidak ada perjalanan yang berarti dalam mengisi hari-hari liburan. Liburan kali ini hanya diisi dengan kegiatan mencari uang sampingan dengan menjalankan aplikasi salah satu transportasi online.

Jenuh sudah saat mendapatkan uang dari hasil jerih payah saya. Suatu ketika saya hanya melihat unggahan media sosial beberapa kawan yang berisi liburan ke tempat wisata dan ingin sekali saya merasakan yang namanya liburan bersama teman-teman.

Apa daya, teman-teman terdekat saya di kampus tidak berminat untuk liburan sedangkan saya ingin sekali liburan.

Suatu ketika, saya diajak oleh teman rumah yang sama-sama menimba ilmu di kampus yang sama untuk melakukan perjalanan ke Bandung. Awalnya saya ragu karena tidak seorang pun yang saya kenal ikut kesana.

Sebagai bentuk basa-basi, saya menanyakan budget untuk kesana dan ternyata sesuai dengan isi dompet saya pada saat itu. Akhirnya, langkah besar saya ambil untuk ikut jalan-jalan ke Bandung.

Untuk membicarakan mekanisme perjalanan, saya di undang ke multichat yang bernama “Jelong2”. Apa yang saya khawatirkan sebelumnya pun hilang saat melihat respon mereka yang sudah ada di grup tersebut.

Akhirnya, pada 5 Februari kami semua tiba di Bandung pada sore hari. Malamnya, kami langsung istirahat dan melanjutkan perjalanan dipagi hari.

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah The Lodge Maribaya, disana terpapar pemandangan hijau yang indah, pokoknya tidak bisa dijumpai di Jakarta. Namanya generasi milenial alias generasi nunduk, kami pun sibuk selfie.

Setelah foto bersama, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan sesuai dengan keinginan masing-masing. Ada yang naik sepeda gantung, ada yang naik ayunan, berbeda dengan saya yang hanya ingin melihat pemandangan yang begitu hijau dan indah.

Dihari yang sama saat siang menjelang sore, kami melanjutkan destinasi ke Tangkuban Perahu. Saya benar-benar penasaran karena saya membayangkan bisa melihat kapal yang dibuat Sangkuriang secara langsung.

Setelah sampai dan berfoto ria di Tangkuban Perahu, akhirnya kami semua yang pada saat itu mulai merasa lelah segera kembali ke vila. Sesampainya disana, rasa lelah malah hilang semua.

Kami langsung membicarakan perjalanan selanjutnya sebelum perjalanan pulang ke rumah masing-masing. Kesepakatan sudah tercapai dan kami pergi ke Alun-Alun Bandung.

Akhirnya setelah kami kesana, kami langsung kembali ke Jakarta dan menuju rumah masing-masing. Berawal dari canggung sampai bahagia sekali rasanya. Saya berpikir, meskipun saya baru kenal mereka hanya saat di Bandung saja, saya sangat bersyukur.



Penulis: Irfandy Ajidharma

Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment