Popular Posts

Saturday, March 24, 2018

TUTI: Skorsing Bagi Pengikut Kampanye Cagub DKI Jakarta?

Credit: Merdeka.com


Jakarta ─ Pengawas petugas kebersihan menilai petugas kebersihan yang mengikuti kampanye calon gubernur (cagub) tidak wajar. Sanksi berupa pemberian libur sementara dari tugas (skorsing) merupakan salah satu tindakan tegas dari Dinas Kebersihan bagi petugas kebersihan yang ikut serta dalam kampanye cagub DKI Jakarta.

Menurut Yanto (60) seorang pengawas petugas kebersihan di Matraman, petugas kebersihan (Pasukan Oranye) yang mengikuti kampanye cagub tidak perlu mengikuti kegiatan kampanye.

“Kalau petugas, kerja ya kerja. Tidak perlu mengikuti kampanye cagub. Tidak perlu ikut campur lah.,” kata Yanto ketika ditemui di Jakarta Selatan Selasa (29/11/2016).

Membahas mengenai upah minimum regional (UMR) yang saat ini sudah di tetapkan, menurut beliau sudah cukup untuk biaya sehari-hari petugas kebersihan.

“UMR Rp 3,1 juta cukup untuk biaya sehari-hari,” ujar Yanto.

Mengenai pembagian tugas sendiri, Dinas Kebersihan membagi dengan cara mengelompokkan per-wilayah dan tanggung jawab dari masing-masing petugas kebersihan pun berbeda-beda.

“Misalnya Kelurahan Menteng, masing-masing ada batasnya kalau untuk penyapuan. Kalau angkutan untuk sekecamatan Menteng itu ada 5 kelurahan, rolling atau tidak tergantung buangan di Bantar Gebang,” jelas Yanto.

Selanjutnya, Yanto mengatakan bahwa ia ingin mengajak warga untuk berhenti membuang sampah sembarangan. Kegiatan yang dapat diusulkan kepada Kepala Dinas Kebersihan salah satunya yakni sosialisasi.



Penulis: Kartika Dwi Cahyani
Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment