Popular Posts

Tuesday, May 22, 2018

Aman Dari Bom Bunuh Diri #KAMIMUAK

Credit: twitter.com/F2aldi
Ibu Pertiwi sedang bersusah hati. Tidak lagi air mata berlinang, tetapi sudah membanjiri tanah Indonesia. Ia kerap kali mengalami kesusahan untuk menyeka air mata yang terus mengalir lantaran negeri ini sedang dilanda oleh gemuruh suara kencang yang dengan paksa mengambil anak-anaknya.

Selama dua hari berturut-turut, Indonesia dibuat sibuk dengan pengeboman yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dari hari Minggu, 13 Mei 2018, sampai Senin, 14 Mei 2018. Berikut pemetaan pengebomannya:

1. Pengeboman di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, pada Minggu, 13 Mei 2018, pukul 07:13 WIB yang menewaskan tujuh orang
2. Pengeboman di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, Surayabaya, pada Minggu, 13 Mei 2018, pukul 07:50 WIB yang menewaskan tiga orang
3. Pengeboman di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan pada Minggu, 13 Mei 2018, pukul 08:00 WIB yang menewaskan tiga orang
4. Pengeboman di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, pada Minggu, 13 Mei 2018, pukul 21:15 WIB
5. Pengeboman di Mapolrestabes Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018, pukul 08:50 WIB

Pengeboman yang terjadi secara tiba-tiba yang menewaskan dan memberi luka terhadap banyak orang pun memunculkan pertanyaan. Apakah esok hari dan seterusnya masyarakat dapat selamat dan menghindari pelaku bom bunuh diri?

Pertanyaan tersebut mendapat jawaban dari sebuah tulisan di Twitter dalam thread berjudul “[Thread – Mengamankan Diri Bom Bunuh Diri] By Pak Tulus Widodo , [Grup WAG TIKAD]” yang diunggah oleh seorang netizen dengan username @F2aldi (selanjutnya Naufaldi). Dalam tulisan tersebut, Naufaldi menyebarluaskan sebuah informasi dari seseorang bernama Tulus Widodo tentang  cara bagaimana masyarakat mengamankan diri dari pelaku bom bunuh diri.

Pengamanan ini tidak berlaku hanya di tempat-tempat umum seperti mall, tetapi juga dalam gedung, perkantoran, kantor polisi, rumah sakit, bahkan sekolah. Tahap pertama dalam pengamanan tersebut, anda harus cekatan dalam memperhatikan keadaan sekitar. Setiap kali mendatangi suatu tempat, jangan lupa untuk cari tahu dan mengingat pintu keluar darurat terdekat.

Dalam kondisi-kondisi tertentu yang mungkin akan membuat anda panik, sebaiknya tetap tenang agar dapat berpikir dengan jernih. Jangan sampai anda ikut panik dan jadi lupa akan jalan menuju pintu darurat. Apabila dalam keadaan tersebut tiba-tiba terdengar teriakan-teriakan do’a yang tidak lazim dalam situasi yang tidak wajar, sebaiknya segera berhati-hati.

Jika teriakan tersebut terdengar jauh dari tempat anda berada (sekitar kurang lebih 30 meter), sebaiknya lari secepat mungkin. Namun jika teriakan itu terdengar dekat atau sangat dekat, lebih baik segera menunduk dan merebahkan diri ke lantai sembari melindungi kepala anda.

“Kok kalau dekat malah nunduk sih?” Hal tersebut disarankan karena pecahan-pecahan yang ada dalam bom akan menyasar dari area setinggi pinggang ke atas, sesuai tinggi rompi atau ransel bom. Apabila jarak anda dekat tetapi anda lari, maka anda akan terkena pecahan-pecahan tersebut. Kecil kemungkinan pecahan-pecahan tersebut akan memantul ke arah bawah.

Secara umum, pecahan-pecahan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. 0 – 50 meter adalah mematikan
2. 50 – 150 meter adalah melukai
3. Kecepatan pecahan ledakan kurang lebih 850 KM/jam
4. Sudut pecahan dari titik ledak mengarah ke atas kurang lebih membentuk sudut pecahan 90 derajat
5. Tekanan ledakan 90 % mengarah ke atas dengan membentuk penyebaran sudut elevasi 90 derajat, sedangkan 10 % tekanan ledakan ke bawah

Dengan demikian, masyarakat Indonesia harus tetap waspada dengan lingkungan sekitar. Semoga dengan dibagikannya informasi di atas dapat membantu mengurangi jatuhnya korban-korban di masa yang akan datang!
#KamiTidakTakut #KamiMuak



Catatan: Informasi tersebut sudah diizinkan oleh Naufaldi untuk disebarluaskan oleh MeClub Online



Editor: Nabilla Ramadhian
Sumber: Twitter, Tirto.id, dan Mojok.co

0 comments:

Post a Comment