Popular Posts

Thursday, May 10, 2018

Tradisi Munggahan Jelang Ramadhan

Credit: Nusantaranews
Tradisi merupakan budaya turun menurun yang harus dipertahankan oleh setiap generasi ke generasi. Di Indonesia sendiri setiap daerah pasti mempunyai tradisi masing-masing. Mulai dari tradisi antar suku maupun tradisi keagamaan. Tentunya melestarikan dan mewariskannya adalah kewajiban kita sebagai generasi muda agar tidak hilang terbawa arus moderenisasi.

Dalam Islam sendiri terutama pada saat bulan Ramadhan, tentunya banyak daerah di Indonesia yang mempunyai tradisi untuk menyambut 1 Ramadhan. Tak terkecuali ‘Tradisi Munggahan’.

Tradisi Munggahan sangat dikenal di Indonesia terutama di Jawa Barat. Di desa-desa bahkan di perkotaan, tradisi ini masih sangat terpelihara dengan baik. Tradisi ini sendiri adalah sebuah ritual silaturahmi keluarga untuk menyambut awal bulan suci Ramadhan.

Silaturahmi yang dilakukan yakni berupa berkumpul bersama keluarga, bercengkrama dengan tentangga dan melakukan ritual lain seperti berziarah kubur. Selain bersilaturahmi keluarga, tradisi Munggahan juga identik dengan makan bersama.

Selain itu, menurut kamus umum Bahasa Sunda (1992), ‘munggah’ berarti hari pertama puasa pada tanggal satu bulan Ramadhan. Secara filosofis, 'munggah adalah proses naik secara lahiriah dan batiniah. Dalam konteks menyambut bulan Ramadhan, terkandung makna “unggah kana bulan nu punjul darajatna” yang memiliki arti “naik ke bulan yang tinggi derajatnya”.

Namun di zaman sekarang, Munggahan hanya diartikan sebagai acara makan-makan. Biasanya dilaksanakan bersama teman-teman sekolah ataupun teman-teman lkantor. Tetapi itu semua tidak mengubah arti dan makna dari tradisi Munggahan yaitu untuk mempererat tali silaturahmi.



Penulis: Iqra Maulana A
Editor: Nabilla Ramadhian

0 comments:

Post a Comment