Skip to main content

Bunuh Diri karena Terlilit Hutang Lewat Pinjam Online, Berikut Tips Aman Pinjam Uang di Fintech


(Sumber foto: Kontan)

Pinjam uang secara online menjadi sorotan akhir-akhir ini setelah adanya berita mengenai supir taksi  yang nekat bunuh diri karena terlilit pinjaman uang secara online di Fintech. Di era teknologi digital saat ini, semua kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, salah satunya dengan keberadaan start up di bidang Fintech.

Fintech sendiri adalah singkatan yang berasal dari kata ‘financial’ dan ‘technology’ artinya sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan. Fintech menawarkan berbagai layanan di antaranya: pembayaran, peminjaman uang, transfer dana, investasi ritel, dan lainnya.'

Jika dilihat dari sisi manfaat dan keuntungannya, tentu pinjaman melalui perusahaan-perusahaan fintech ini sangat menggiurkan apalagi syarat peminjaman uang di fintech terlihat lebih mudah daripada harus meminjam uang di bank yang membutuhkan persyaratan berbelit-belit seperti harus melengkapi dokumen, slip gaji, jaminan, survei lokasi, dan masih banyak lagi.

Persyaratan yang terkesan mudah ini terkadang membuat sebagian orang tidak teliti dalam membuat keputusan meminjam uang, sehingga banyak sekali orang-orang yang terbelit hutang besar hanya karena meminjam uang melalui fintech. Salah satunya berita yang belum lama viral mengenai seorang supir taksi yang ditemukan bunuh diri di kamar kos-kosanya. Setelah ditemukan penyebabnya, polisi menemukan secarik kertas yang berisikan pesan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 “Kepada OJK dan pihak berwajib tolong berantas pinjaman online yang telah membuat jebakan setan” tulis Z dalam surat yang ditemukan.

Sebagian orang memang tekadang tidak teliti dan berpikir sebelum bertindak meminjam uang. Bahkan, terkadang orang-orang meminjam uang hanya untuk memenuhi hawa nafsu semata atau memenuhi kebutuhan konsumtifnya. Orang  seperti ini biasanya tidak berpikir jauh untuk meminjam uang tanpa memperhitungkan risiko-risiko yang akan muncul jika peminjaman uang ini tidak dipertimbangkan secara matang.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai regulator yang mengatur industri keuangan di Indonesia, memberikan tips sebelum meminjam uang melalui perusahaan fintech.

Berikut 5 tips  yang harus diperhatikan dalam meminjam uang melalui fintech, seperti dilansir MoneySmart.Id, tips meminjam uang melalui jasa fintech:

1. Pastikan pinjam perusahaan di perusaahaan terdaftar di OJK. Jangan sampai terjerat perusahaan fintech abal-abal. Informasi mengenai penyelenggara bisnis ini bisa diperoleh dari laman www.ojk.go.id, atau langsung telepon call center OJK di 157 untuk memastikan hal tersebut.

2. Pinjam masksimal 30% dari penghasilan. Pinjam uang tentunya harus menyesuaikan kebutuhan. Usahakan pinjaman untuk suatu hal yang produktif, jangan tengelem dalam utang karena pinjaman yang bersifat konsumtif. Maksimal dana yang dipinjam hanya 30% dari penghasilan sehingga tidak terlalu menjadi beban saat proses pencicilan.

3. Lunasi cicilan tepat waktu. Bayarlah cicilan tepat pada waktunya karena setiap pinjaman uang uang melalui lembaga manapun atau fintech sudah dipastikan akan ada bunga. Kalau telat membayar sudah dipastikan bunga akan terus bertambah, ditambah lagi adanya denda.

4. Jangan pernah gali lubang tutup lubang. Jangan pernah membayar hutang dengan hutang. Meski awal terlihat membantu tetapi hal ini sangat membebani keuangan. Karena bunga yang harus diitanggung pasti akan lebih bertambah

5. Ketahui besaran bunga dan denda pinjaman. Sebelum meminjam uaang di perusahaan fintech, harus dipatikan terlebih dahulu berapa bunga yang akan dikenakan. Lalu lihat juga berapa denda yang harus ditanggung jika melakukan telat pembayaran cicilan dan mempercepat biaya pelunasan.

Itulah beberapa tips yang harus dicermati dan diperhatikan sebelum anda memutuskan mencari dana pinjaman melalui fintech, alangkah baiknya mengikuti tips-tips seperti yang disarankan oleh OJK di atas.

Pinjaman uang yang seharusnya menjadi solusi bisa menjadi bumerang bagi keuangan kita sendiri apabila anda tidak cermat dalam memilih aplikasi fintech tersebut. Semoga tips-tips di atas dapat jadi bahan pertimbangan bagi anda yang ingin meminjam uang secara online. 

Comments

Popular posts from this blog

Wadaw! Akun Receh Twitter Ter-Goks Versi Meclub Online

Main Twitter hari gini udah gak asik?
WAH! Siapa bilang? Coba deh  follow akun-akun ini dulu.
Mungkin beberapa dari  kalian masih menganggap Twitter sudah tidak menyenangkan. Padahal dengan fitur Twitter yang sekarang, semakin banyak orang-orang yang kembali bercuitan di Twitter loh. 
Setelah beberapa tahun timeline Twitter agak sepi lantaran banyaknya model-model aplikasi sosial media seperti Path, Instagram dan Ask Fm. Tapi kamu masih bisa meramaikan lagi dan lebih menghibur lagi isi timelinemu dengan rekomendasi enam akun receh Twitter yang wajib untuk difollow. Penasaran?
1. @yeahmahasiswa
    2. @handokotjung Ide brilliant emang suka mengalir dengan sendirinya. Seperti halnya @handokotjung ini. Dia suka banget membuat  tweet receh bin nyeleneh. Yang membuat lebih terkejutnya lagi adalah tweetnya bisa menembus hingga 17 ribu retweet-an lhoo…. Amazing!

       3. @seterahdeh Emang paling terserah deh sama cuitannya di Twitter @seterahdeh  yang nyeleneh banget. Tapi entah mengapa, orang-oran…

Kenali Dunia Broadcasting Melalui Guest Lecturers

Kampus UB - Dalam rangka menerapkan tagline yang dimiliki oleh Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie yaitu Big Leap To The Real Experience, pada Kamis 18 Mei 2017 diadakan guest lecturer bersama salah satu stasiun televisi Indonesia yaitu ANTV.
Tema guest lecturer kali ini yaitu "Broadcast Yourself to be Real Broadcaster in Digital Age". Pembicara pada guest lecture kali ini yaitu Edi Cahyadi (Producer at Production ANTV) dan Riyo Nugroho (Spv. Program Director ANTV).
Guest lecture ini diikuiti oleh mahasiswa semester 2 Ilmu Komunikasi. Tujuan diadakannya acara tersebut yaitu agar para pesertanya dapat mengetahui bagaimana cara kerja di dunia broadcasting. Selain itu, menurut Ari Kurnia selaku salah satu dosen Ilmu Komunikasi, acara ini juga bertujuan untuk membantu mahasiswa/i dalam menentukan peminatan di semester 3 nanti. 

Berdasarkan pantauan Tim Liputan MeClub Online, antusias mahasiswa/i dalam mengikuti guest lecturer kali ini sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari banyakn…

Sapta Agung Pratama, Presiden Baru MeClub Universitas Bakrie!

Sapta Agung Pratama, mahasiswa Jurnalistik dan Komunikasi Media Massa angkatan 2012 resmi menggantikan Ridwan Aji Pitoko, mahasiswa Jurnalistik dan Komunikasi Media Massa angkatan 2011 sebagai presiden MeClub Universitas Bakrie, Kamis (2/7). Terpilihnya Sapta, panggilan akrabnya, tak lepas dari banyaknya suara yang memilihnya sebagai presiden MeClub periode 2015-2016. Sapta pun menjadi presiden ketiga sepanjang sejarah MeClub Universitas Bakrie setelah Tri Wahyuni pada 2012-2013 dan Ridwan Aji Pitoko pada 2013-2015.
Sapta akan dibantu Nursita Sari selaku sekretaris jendral (sekjen) dalam memimpin MeClub. Sebelumnya, keduanya sudah tergabung dalam jajaran pengurus MeClub, yakni sebagai General Manager MecRadio dan General Manager MecOnline. Keduanya akan dibantu oleh anggota sebelumnya, yakni mahasiswa dan mahasiswi Jurnalistik dan Komunikasi Media Massa angkatan 2012, 2013, dan 2014.
Tugas pertama Sapta dan Nursita adalah membentuk jajaran pengurus MeClub yang baru untuk periode kepemim…