Langsung ke konten utama

Menilik Peran Akuntan Dalam Revolusi 4.0 di Accounting Fair 2019


Para pemenang A-Champ yang diakan dalam acara Accounting Fair 2019

Setelah kemarin melaksanakan Opening Ceremony dan lomba Accounting Championship untuk tingkat SMA Sederajat, hari ini (Jum’at 08/03/2019) Accounting Fair 2019 mengadakan Seminar Nasional dengan tema Accounting in Revolution 4.0 To Achieve Sustainable Development Goals 2030.

Seminar ini diselenggarakan di Ruang 1 dan Ruang 2 Universitas Bakrie. Seminar yang berlangsung PUKUL BERAPA dihadiri oleh sekitar 120 mahasiswa. Mahasiswa yang hadir dalam seminar nasional terlihat antusias saat megikuti acara tersebut.

Narasumber yang hadir untuk mengisi seminar dalam Accounting Fair 2019 tersebut sebanyak 3 orang, yang pasti narasumbernya bagus banget ni Sobat MeClub. Narasumber yang hadir, yakni Joni Agung Priyanto, selaku Pengendali Teknis Badan Pemeriksa Keuangan, Juliaty Ante Sopacua, selaku SDG Technical Advisor UNDP Indonesia, dan Andrisyah Tauladan , selaku Direktur Utama PT Pintar Inovasi Digital.

Menurut ketua pelaksana, Aditya, saat ini dunia akuntan juga ikut andil dalam revolusi  4.0 “Karena lagi happening banget nih, kalo misalkan kita bahas tentang 4.0 bahwa akuntansi juga ikut andil dalam for 4.0.”

Selain itu, Accounting Fair 2019 juga mengadakan lomba  karya tulis ilmiah mengenai perubahan fundamental di era akuntansi. Lomba ini diadakan secara perkelompok, di mana setiap tim terdiri 3 orang dari mahasiswa se-Indonesia.

“Dari 26 tim yang telah mendaftar, juri melakukan seleksi dan terpilih 7 tim terbaik yang saat ini hadir untuk mempresentasikan karya tulis ilmiahnya,Kata Aditya
Nah, bukan hanya ada seminar dan lomba saja Sobat MeClub. Accounting Fair 2019 juga mengadakan bazar. Serukan Sobat MeClub, bukan hanya ilmu dan pengalaman yang kita dapat dalam Accounting Fair 2019 kita juga bisa lihat-lihat bazaar yang ada di Lobi Depan Universitas Bakrie.




Reporter: Khairunnisa & Amanda F
Editor    : Firly Fenti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Grafik oleh Nabilla Ramadhian Credit: youtube.com/watch?v=M6WGgqyxG3c Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang teman ku memutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota , Grand Indonesia (GI) . Sesampainya disana , kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1 ” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, di dalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA. Kami pun de n gan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater . Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku , untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuat

Skripsi Semester 7, Ya atau Tidak?

doc. Google Kebijakan Biro Administrasi Akademik Universitas Bakrie terkait syarat pengambilan skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir masih belum banyak diketahui mahasiswa. Kabar yang beredar bahwa mahasiswa baru diperbolehkan mengambil skripsi jika SKS yang terpenuhi sudah mencapai 138 SKS. "Aku ambilnya semester 8 karena emang Ilkom (Ilmu Komunikasi) angkatan pertama baru bisa ambil skripsi pas semester 8. Syaratnya ada minimal 138 SKS dan lulus mata kuliah wajib gitu . Karena emang sistem SKSnya dipaketin gitu , kalo  yang sekarang kan nggak ," ujar lulusan program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Firsta Putri Nodia. Sama halnya seperti Firsta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie tingkat akhir (angkatan 2011), Dita Amaliana, pun mengetahui bahwa syarat mengambil skripsi adalah lulus 138 SKS. " Sebenernya sih dapet bocoran tahu gitu dari temen-temen juga. Awalnya katanya 138 SKS sampe semester ini, tapi kan gue udah 140 kalo s

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan. Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam. Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan. "Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bay