Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia

Doc: Kompas.com
Pada saat ini jumlah akibat penyebaran wabah virus corona terus meningkat setiap harinya. Hingga Selasa (31/3/2020) pagi, lebih dari 190 negara telah menginformasikan terjangkit virus corona termasuk Indonesia.
Untuk mencegah penyebaran luas virus corona tersebut, banyak beberapa pihak menggunakan cairan disinfektan dengan disemprotkan di tempat umum atau rumah mereka. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melarang cairan disinfektan digunakan dengan cara menyemprotkan cairan tersebut ke tubuh, karena penggunaan disinfektan juga tidak bisa sembarangan.
Kandungan bahan kimia yang terdapat di dalam cairan disinfektan tersebut menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat membahayakan tubuh apabila cairan tersebut terkena pakaian atau selaput lendir, seperti mulut dan juga mata.
Melalui akun resmi Twitter WHO Indonesia, jika menyemprotkan tubuh dengan alkohol atau klorin pada tubuh tidak akan membunuh virus yang masuk ke dalam tubuh walaupun virus tersebut sudah masuk k…

Stop Bus AKAP DKI Jakarta Demi Pencegahan Virus Corona

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berbicara mengenai permintaan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menutup akses keluar masuk bus Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP) dari dan ke Jakarta. Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan penularan virus corona (COVID-19) agar tidak menularkan ke setiap daerah-daerah yang ada di Indonesia.
"Hal ini melalui Ditjen Perhubungan Darat dan pengelola Transportasi Jabodetabek merekomendasikan agar menutup akses bus AKAP dari Jakarta agar tidak memasuki wilayah-wilayah merek," ujar Staf Khusus Kementerian Perhubungan Bidang Komunikasi Adita Irawati, Minggu (29/3/2020).
Menurut Adita, dalam beberapa hari ini terjadi peningkatan arus penumpang bus dibeberapa kota di pulau Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur masyarakat mudik lebih cepat karena mempunyai alasan tertentu.
"Hal ini memungkinkan terjadinya perluasan penularan virus Corona dari DKI Jakarta yang merupakan zona merah, ke luar DKI Jakarta khususnya Jawa Tengah dan …

Cegah Penyebaran Virus Corona, 100 Media Kampanyekan “Jangan Mudik”

#MediaLawanCovid-19 merupakan inisiatif kalangan media untuk menyebarkan konten edukatif dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19 di Indonesia
Kolaborasi #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3). Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini. Kolaborasi #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini.
Kampanye besar kedua ini dilakukan untuk meredam potensi kian luasnya penyebaran virus corona dari Jakarta ke berbagai daerah. Kampanye kedua yang masih menggunakan tagar #AmanDiRumah ini, akan dipublikasikan secara serentak selama dua hari, yakni Minggu dan Senin, di berbagai platform, baik di jaringan televisi, radio, majalah, koran, media siber maupun media sosial.
Diperkirakan, sekitar 100 media nasional dan lokal akan berpartisipasi. Melalui kampanye masif ini, diharapkan ajakan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak…

Cegah Corona, Pengguna Lensa Kontak Disarankan Pakai Kacamata

Virus corona penyebab Covid-19 dapat menular saat menyentuh mata. Untuk mencegah penularan, para ahli menyarankan untuk mengganti contact lens atau lensa kontak dengan kacamata. Memakai lensa kontak dapat meningkatkan risiko terkena virus corona.
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa saat memakai lensa kontak, seseorang akan lebih sering memegang area wajah. Misalnya, menyentuh mata saat memasukkan dan melepaskan lensa.
"Anda menyentuh mata dan kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh Anda," kata dokter mata perwakilan American Academy of Ophthalmology, Thomas Steinemann, dikutip dari CNN.
Memakai kacamata dinilai dapat membuat seseorang berhenti menyentuh wajah, terutama area mata.
Selain itu, kacamata juga dapat memberikan perlindungan dari partikel virus corona yang mengambang di udara meski kemungkinan terinfeksi virus di udara sangat kecil. Seseorang lebih mungkin terinfeksi virus corona saat droplet masuk melalui mulut dan hidung atau saat tangan yang m…

Cara Meningkatkan Produktivitas Saat ‘ Work From Home ‘

Pemerintah menerapkan peraturan untuk bekerja dari rumah atau work from home demi mencegah penyebaran infeksi virus corona (COVID-19). Hashtag #dirumahaja pun ramai diperbincangkan di dunia maya.
Produktivitas saat bekerja dari rumah sering kali menurun karena banyak gangguan dan kurang pengawasan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas saat work from home.


Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas saat work from home.
1. Membuat jadwal Work from home bukan berarti liburan atau berleha-leha di rumah. Agar tidak menjadi kaum rebahan selama menjalankan work from home, buatlah jadwal untuk bekerja dan taatilah jadwal tersebut. Misalnya bekerja mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Pastikan anda memulai pekerjaan tersebut sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Jangan mulai bekerja sebelum jadwal dan selesaikan pekerjaan tepat waktu.
2. Beri jeda setiap 120 menit Dikutip dari Inc, studi menunjukkan memberi jeda pada pekerja…