Langsung ke konten utama

Poin Tuntutan Ojek dan Taksi ‘Online’ Terkait PSBB Jakarta

Doc: Google

Mitra aplikator ojek dan taksi online menyampaikan sejumlah poin tuntutan usai pemerintah merestui pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Sektor transportasi bakal mengalami pembatasan PSBB yang akan diberlakukan di Jakarta mulai 10 April 2020. Salah satu pembatasan yakni ojek online (ojol) dilarang mengangkut penumpat kecuali barang.

Asosiasi Driver Online (ADO), organisasi pengemudi taksi online, meminta hal pertama kepada pemerintah agar memberikan bantuan dengan tepat sasaran kepada pengemudi taksi online. Kedua, aplikator dapat menghilangkan fee aplikasi maupun biaya jasa.

Ketiga, pemerintah dan perusahaan aplikasi memberi masker dan hand sanitizer untuk mencegah penularan di kalangan pengemudi yang masih bekerja. Keempat, pemerintah diminta menggunakan jasa ojol atau taksi online dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Kelima, meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginstruksikan kepada seluruh perusahaan leasing atau pembiayaan membebaskan angsuran dan bunga minimal enam bulan. Ketujuh, diharapkan polisi dapat menertibkan pengemudi yang berkumpul di jalan raya dengan cara persuasif.

"Kami mendukung pemerintah, tetapi kami mengharapkan juga bantuan dari pemerintah mengingat rekan-rekan akan kehilangan penghasilan sedangkan kebutuhan dan kewajiban tetap harus dipenuhi," kata Ketua Dewan ADO Christiansen Wagey melalui pesan singkat, Selasa (7/4).

Kelompok ojol yang lain, Garda Indonesia, meminta pemerintah memberikan kompensasi penghasilan kepada para pengemudi ojol berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) minimal Rp100 ribu per hari.

"Karena hilangnya fitur angkutan penumpang maka penghasilan sebagian besar akan hilang, angkutan penumpang memiliki komposisi 70 persen dari total penghasilan kami sehari-hari," kata Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono.

Selain itu Igun meminta aplikator memangkas atau memperkecil potongan penghasilan maksimal 10 persen.

"Atau kalau perlu sementara tanpa ada potongan pendapatan dari aplikator selama masa pandemi Covid-19, karena saat ini pendapatan kami masih dipotong 20 persen oleh pihak aplikator," ungkap Igun.

Igun menambahkan pihaknya juga meminta kepada semua aplikator menonaktifkan sementara fitur layanan penumpang dan fokus melakukan sosialisasi aplikasi layanan pesan antar makanan dan barang kepada pelanggan.

"Ini kewajiban aplikator sebagai penyedia aplikasi agar permintaan order pesan layan antar makanan maupun pengiriman barang dapat meningkat. Agar mitra terus dapat mencari nafkah dan menjaga penghasilan agar tidak terus turun drastis akibat aturan PSBB," kata Igun.

Menurut kedua asosiasi tersebut masing-masing poin tuntutan sudah disampaikan kepada pemangku kepentingan dan aplikator. Mereka berharap tuntutannya segera terealisasi.



Sumber: CNN Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.  Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun, ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter
Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai electric kick-scooters atau e-scooters) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam, tetapi terda…

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang temankumemutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota, Grand Indonesia(GI).
Sesampainya disana, kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, didalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA.
Kami pun dengan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater.Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku, untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuatnya histeris.
Aku pun memutuskan untuk pergi sendiri. “Ah ketoilet doang ini,” aku berkata sambil pergi keluar thea…

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB
Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan.
Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam.
Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan.
"Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bayar Rp5.275.000, jadi in…