Langsung ke konten utama

RUU Cipta Kerja Merugikan Buruh, Politisi Nasdem Angkat Bicara

 

Doc : Google

Para anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Taufik Basari mengakui para buruh dirugikan terkait masalah pesangon telah di Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker). 

Kendati demikian, ia mengatakan Fraksi Nasdem tetap menyetujui RUU Cipta Kerja dibawa ke rapat paripurna karena dalam beleid tersebut juga tercantum dalam ketentuan pelindungan terhadap para buruh seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat adat. 

“Fraksi kami menerima karena dalam RUU Ciptaker yang telah diperbaiki terhadap pula perlindungan bagi nelayan, petani, pelaku UMKM,  dan masyarakat adat,” kata Taufik Basari, Minggu (4/10/2020).

“Kalau kami tolak mata perlindungan terhadap kelompok-kelompok tersebut menjadi hilang. Memang harus diakui khusus untuk buruh, utamanya terkait pesangon, buruh sangat dirugikan. Tapi ada yang berhasil kami jaga hak-hak buruh dalam RUU Ciptaker,” ujarnya. 

Ia juga mengatakan, bahwa Fraksi Nasdem menyadari sejak awal RUU Cipta Kerja akan tetap disahkan meski ada fraksi yang akan menolak.

Tetapi Fraksi Nasdem tetap ikut membahas lantaran ingin memperbaiki beberapa pasal yang bermasalah di dalamnya. 

“Kami sudah berhitung RUU ini pasti tetap disahkan meskipun ada fraksi yang menolak karena itu kami tidak mau cuma ambil keuntungan politik dengan menyatakan menolak,” lanjut Taufik Basari.

“Tapi yang kami lakukan adalah memperbaiki pasal-pasal bermasalah. Kami tidak ingin sekedar menolak di ujung tapi dalam pembahasan tidak berbuat apa-apa untuk mengawalinya,” lanjut dia. 

Pada rapat panitia kerja RUU Ciptaker tanggal 27 September mulanya telah diambil kesepakatan antara Pemerintah dan DPR bahwa jumlah pesangon tidak mengalami perubahan sebagaimana dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 

Di dalam UU Ketenagakerjaan pesangon berjumlah 32 kali gaji dengan perubahan skema yakni 23 kali gaji ditanggung pengusaha dan sembilan kali gaji ditanggung Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)  yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah. 

Namun tanggal 3 Oktober, rapat RUU Cipta Kerja pemerintah telah mengajukan perubahan yakin menjadi 25 kali gaji dengan skema 19 kali kali gaji ditanggung pengusaha dan enam kali gaji ditanggung JKP.

Pemerintah memberikan alasan agar dapat memberikan kepastian mengenai realistisnya selama ini dilihat dari data pemerintah hanya tujuh persen yang mampu merealisasikan pesangon seperti tentera di skema UU ketenagakerjaan.


Sumber : Kompas.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Scooter : Fasilitas baru yang ada di GBK

Gelora bung karno (GBK) Senayan, Jakarta menjadi tempat terbaik untuk melepaskan kepenatan dengan melakukan aktivitas berolahraga bagi warga ibukota. Sejumlah fasilitas penunjang disediakan agar semua kalangan bisa menikmati waktu olahraganya dengan lebih nyaman. Selain itu, area Gelora Bung Karno selalu dipadati pengunjung untuk berolahraga, seperti lari pagi atau bersepeda.  Kalian bisa bersepeda keliling komplek GBK yang luasnya sekitar 67 hektar. Namun, ada lagi fasilitas baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, yaitu skuter elektronik atau yang sering disebut dengan e-scooter
Skuter elektris (secara internasional lebih dikenal sebagai electric kick-scooters atau e-scooters) merupakan skuter yang 100% digerakan dengan tenaga listrik, sehingga tidak memproduksi asap dan suara bising. Skuter elektris biasanya mempunyai satu roda di depan dan di belakang, dan terkadang skuter elektris juga didesain dengan tiga roda. Kecepatan skuter elektris biasanya 20 – 50 km/jam, tetapi terda…

KUMIS: HANTU TOILET MALL GRAND INDONESIA

Hai, Namaku Sarah. Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktu sepulang kuliah dengan menonton film baru yang sedang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Aku dan 2 orang temankumemutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop di mall besar di tengah kota, Grand Indonesia(GI).
Sesampainya disana, kami berlari-larian untuk mencari “Teater 1” karena kami telah terlambat 10 menit. Setelah masuk, didalamnya sudah penuh dengan penonton. Rata-rata penontonnya adalah anak SMA dan SMP, yaa tidak heran karena film-nya pun tentang kisah cinta remaja SMA.
Kami pun dengan seksama mencari nomor kursi kami yang berada di paling atas kiri teater.Setelah 30 menit film berjalan, aku merasa ingin buang kecil. Aku pun meminta Nisa, salah satu temaku, untuk menemani ke toilet namun ia menolak. Nampaknya ia terlalu tidak rela ketinggalan beberapa adegan manis dalam film yang berhasil membuatnya histeris.
Aku pun memutuskan untuk pergi sendiri. “Ah ketoilet doang ini,” aku berkata sambil pergi keluar thea…

Mau Ajukan Cicilan Uang Kuliah, Begini Caranya

Sapta AP - MeClub UB
Jakarta - Bagi Sobat MeClub yang memiliki kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, meskipun dengan sistem pembayaran virtual account (VA), Kamu masih bisa mengajukan permohonan cicilan.
Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui bahwa pada semester-semester sebelumnya, sejumlah mahasiswa sering mengajukan banyak variasi mengenai cicilan, seperti besaran pembayaran biaya pertama dan jumlah cicilan pembayaran. Saat ini sistem cicilan biaya kuliah sudah dibuat dengan cara yang lebih praktis dan lebih seragam.
Secara umum, mahasiswa yang mengajukan cicilan pembayaran akan diberikan keringanan hanya untuk membayar BOP dan biaya registrasi sebagai pembayaran pertama. Darminto sendiri mengungkapkan bahwa pihak kampus akan melakukan negosiasi terkait besaran biaya pertama dan jumlah cicilan.
"Untuk yang mendapat beasiswa Cemerlang, kalau misalnya dia mengajukan pembayaran pertama sebesar 4 juta sementara dia harus bayar Rp5.275.000, jadi in…